Tampilkan postingan dengan label DOAJ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DOAJ. Tampilkan semua postingan

Ceklist 13 poin penting jurnal yang akan apply ke DOAJ

 cek list 13 poin penting jurnal yang akan apply ke DOAJ

1. Kontak Person

2. P-ISSN dan E-ISSN/pastikan ada link/hyperlink URL yang bisa diklik mengarah ke keterangan di web ISSN.

3. Author Fees/ Payments : Harus jelas berbayar atau tidak. jika gratis wording seperti ini yang sudah di DOAJ:

Editorial Policies (iainkudus.ac.id)

Publication Fee

QIJIS Journal does not charge APCs, submission charges, or another fee. All processes of article publication are free of charge.


4.Editorial Board/ Team (DOAJ tidak fokus pada laman reviewer tapi ke laman editorial board. jika terbit 10 artikel per volume/tahun minimal harus ada 10 editor dan rekam jejak publikasi ada link URL dan afilasi ditampilkan.

5. Statement Policy Review/ Kebijakan Review (Double Blind peer Review, Single peer Blind Review dll)  contohnya: Peer Review Process | Register Journal (uinsalatiga.ac.id)

6. Aims dan Scope Jurnal 

7. Author Guidelines

8 Screening Plagiarism/ Harus ada wording toleransi plagiarism berapa misal maksimal 20 persen: Plagiarism Policy | Register Journal (uinsalatiga.ac.id)

9. Statement Open access Jurnal: Open Access Policy | Register Journal (uinsalatiga.ac.id)

10. Content Lisensi (https://creativecommons.org/) bisa CC BY, CC BY SA, CC BY NC dst boleh pilih salah satu yang penting konsisten di semua halaman web. jangan misal memilih CC BY NC tapi di halaman lain atau footer tertulis CC BY SA. 

11. Statement Copyright and Permissions. http://www.pegiatjurnal.com/2021/09/contoh-pengkalimatan-hak-cipta-milik.html

12. Archiving policy. perlu diaktifkan fasilitas PKP-PN contoh keren: http://jiapi.ut.ac.id/index.php/jiapi/gateway/clockss  Jika plug ins PKP-PN tidak bisa diaktifkan bisa bikin laman static page seperti ini JOS | Universitas Jenderal Soedirman (unsoed.ac.id).  untuk menata static page sangat bagus menggunakan free online html editor seperti HTML Tidy - Online Markup Corrector

13. pastikan bahasa di web journal tidak gado-gado. di laman deskripsi dan di side bar jika bahasa inggris bahasa inggris semua. jangan mix misal author guideline bahasa indonesia dan author fee menggunakan bahasa inggris. harus konsisten.


New Update 2021: Workshop Pengelolaan Jurnal Menuju Jurnal Terindeks DOAJ

[New Update 2021: Workshop Pengelolaan Jurnal Menuju Jurnal Terindeks DOAJ &16 Prinsip Best Practice yang dikehendaki DOAJ pada Jurnal Ilmiah]

by Faizal Risdianto

Yth. Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal,


Berikut ini adalah Presentasi saya di acara Workshop tata kelola jurnal menuju DOAJ di FIB Universitas Jendral Soedirman tanggal 5 November 2021 dan berikut ini adalah summary hasil cerapan saya setelah membaca laman web DOAJ berjudul: "Principles of transparency and best practice in scholarly publishing" .Saya kira materi ini sangat berguna untuk Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal baru dan lama. Bagi pengelola jurnal baru jika jurnal Bapak dan Ibu bisa terindeks di DOAJ artikel-artikel jurnal kita akan meng-Internasional dan minimal akan berada di 86 library online di seluruh dunia diantaranya: Harvard library online, Oxford, Cambrige Library online dan seterusnya. Kemudian juga pada poin ke 8: penyebarluasan jurnal akan mendapatkan poin 6 karena DOAJ termasuk indexing kelas menengah.

https://zenodo.org/record/5640185#.YYaB421BzIU

Four important points of Internationalizing a Journal

 

In the era of scholarship, reputable scientific journals should have four points: scholar registration, scholarly certification and recognition; dissemination of scholarship to the public; and academic documentation. 
Di era kecendekiaan, jurnal ilmiah bereputasi hendaknya memiliki empat poin, yaitu: registrasi kecendekiaan; sertifikasi dan rekognisi kecendekiaan; diseminasi kecendekiaan kepada khalayak; dan dokumentasi kecendekiaan. 
This was conveyed by the Chief Editor of the IJIMS Journal, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag, at the Journal Internationalization Workshop, Monday-Tuesday (14-15/12/2020) at Laras Asri Resort and Spa.

Memahami Kriteria Web of Science Core Collection

Bagi banyak penerbit jurnal ilmiah, mengindex-kan jurnal mereka ke Web of Science Core Collection adalah salah satu tujuan pengindeksan teratas mereka. Web of Science (WoS) adalah salah satu database kutipan global terbesar dan paling terkemuka. Koleksi Inti-nya WoS mencakup enam indeks kutipan dalam sains, ilmu sosial, seni dan humaniora, dan secara kolektif berisi lebih dari satu miliar kutipan yang dapat dicari yang mencakup lebih dari 250 disiplin ilmu. WoS unik karena mengindeks semua metadata dalam setiap hasil penelitian yang dimilikinya, termasuk setiap referensi yang dikutip, menciptakan hubungan antara penelitian yang diindeks dan literatur ilmiah yang lebih luas. Pengindeksan WoS dapat meningkatkan kemampuan menemukan jurnal dan juga merupakan proses awal untuk mendapatkan Faktor Dampak Jurnal (Journal Impact Factor).

Hal Ikhwal Archiving Policy di Jurnal Ilmiah

 Yth. Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal,

 

 
Setelah paparan saya tentang Sepuluh Alasan kenapa ada Rejection dan Embargo DOAJ terhadap Jurnal Berikut ini adalah satu masalah yang menjadi pertimbangan jurnal kesulitan untuk diterima di DOAJ yaitu masalah Archiving Policy di Jurnal ilmiah. seperti di sebutkan di https://doaj.org/apply/transparency/

eJurnal Universitas Terbuka



eJurnal Universitas Terbuka, merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka yang memuat hasil penelitian ilmiah berupa kajian, baik secara teori maupun empiris bagi para peneliti UT maupun kontributor dari Luar UT.

list:

JOM is a media of information and communication for practitioners, researchers, and academics who are involved and pay attention to the development of the organization and management. Published by the Institute for Research and Community Service, Open University.

Merupakan media informasi dan komunikasi para praktisi, peneliti, dan akademisi yang berkecimpung dan menaruh minat serta perhatian pada pengembangan Matematika, ilmu pengetahuan dan teknologi. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Terbuka.

Jalan Internasionalisasi Jurnal dengan indexing DOAJ

What is DOAJ?
Directory of Open Access Journals (DOAJ) atau Direktori Jurnal Akses Terbuka adalah situs web yang mencantumkan daftar jurnal akses terbuka, dikelola oleh Infrastructure Services for Open Access (IS4OA). Proyek ini mendefinisikan jurnal akses terbuka sebagai jurnal ilmiah dan keilmuan yang memenuhi standar kualitas tinggi melalui penelaahan sejawat atau kontrol kualitas editorial serta "menggunakan model pendanaan yang tidak mengenakan biaya kepada pembaca atau institusi mereka untuk mengaksesnya“.

Kriteria Mendaftarkan Jurnal ke DOAJ

Directory of Open Access Journals (DOAJ) atau Direktori Jurnal Akses Terbuka adalah situs web yang mencantumkan daftar jurnal akses terbuka, dikelola oleh Infrastructure Services for Open Access (IS4OA). Proyek ini mendefinisikan jurnal akses terbuka sebagai

1.jurnal ilmiah dan keilmuan yang memenuhi standar kualitas tinggi

2.melalui penelaahan sejawat atau kontrol kualitas editorial

3.serta "menggunakan model pendanaan yang tidak mengenakan biaya kepada pembaca atau institusi mereka untuk mengaksesnya“.

Contoh Pengkalimatan Hak Cipta Milik Author dan Milik Jurnal Sebagai Publisher

 

Hak Cipta milik Author/Penulis

Authors who publish with this Journal agree to the following terms:

1.  Author retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a creative commons attribution license that allow others to share the work within an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication of this journal.

2.   Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangement for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g. acknowledgement of its initial publication in this journal).

3.   Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g. in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published works.

Kriteria Mendaftarkan Jurnal ke DOAJ

 Source: https://youtu.be/ZdpmbMEeZ_I

Webinar RJI Jateng Seri 14 Journal Publishing Management diadakan oleh Relawan Jurnal Indonesia Pengurus Daerah Jawa Tengah pada Hari Kamis Tanggal 22 Oktober 2020 Pukul 09.00-11.30 WIB. Materi Kriteria Mendaftarkan Jurnal ke DOAJ dibawakan sendiri oleh Faizal Risdianto seorang Jihadisjurnal yang mengelola Channel Youtube: JihadisJurnal dari IAIN Salatiga. Selain sebagai Associate Editor DOAJ, beliau juga berperan aktif menjadi Editor-in-Chief Register Journal yang sudah terindeks SINTA 2 dan ESCI Web of Science.

Sepuluh Alasan kenapa ada Rejection dan Embargo DOAJ terhadap Jurnal

Yth.Bapak dan ibu pengelola Jurnal

Alhamdulillah saya mengelola 2 jurnal (1 jurnal lama dan 1 jurnal baru) yang keduanya terindeks di DOAJ tapi berikut ini adalah 10 alasan penolakan/embargo DOAJ terhadap jurnal. 10 alasan ini adalah hasil pengamatan dan pengalaman mas Andista Candra Yusro, seorang Associate Editor DOAJ Indonesia yang mengunggah filenya di https://zenodo.org/record/3899744#.Xyvl3jUxXIU

Berikut ini 10 alasan penolakan DOAJ:

1. Website jurnalnya mati/server down. jangan sampai terjadi.

2. Informasi yg berbeda-beda di websites misalnya masalah copyright di halaman copyright notice disebutkan copyright milik author tapi di metadata dan pdf artikel disebut copyright milik jurnal dan jika memang milik jurnal sebaiknya ada CTA/copyright transfer agreement. Juga di footer jurnal disebutkan misal lisensi CC BY tapi berbeda dengan di halaman abstrak yg licensinya misal CC BY NC atau CC BY NC ND. harusnya lisensinya sama disemua halaman web.

3.terlambat terbit

7 Kriteria DOAJ Seal, Best of the Best-nya Open Access Journal

Seal DOAJ (Translate: DOAJ segel atau ber-Segel kurang enak dibaca :) :D), diberikan kepada jurnal yang mendemonstrasikan atau menunjukkan praktik terbaik dalam penerbitan akses terbuka. Kira-kira hanya sepuluh persen jurnal yang terindeks di DOAJ telah mendapatkan penghargaan ini. Bukan sekadar DOAJ Green Tick tapi dapat award DOAJ Seal. Menurut keterangan dilaman DOAJ Jurnal tidak harus memenuhi kriteria Seal untuk dapat diterima di DOAJ. 

Ada 7 kriteria yang wajib dipenuhi oleh sebuah jurnal agar memenuhi syarat agar pantas mendapatkan DOAJ Seal. Pencapaian perghargaan ini terkait dengan praktik terbaik dalam preservasi artikel atau dokumen dalam jangka panjang, penggunaan Pengidentifikasi artikel persisten seperti DOI (Digital Object Indentifiers), kemampuan untuk mudah ditemukan di Internet (DIscoverability), kebijakan penggunaan kembali/re-use artikel dan data penelitian, dan pemberian hak cipta milik penulis.

10 Alasan Jurnal Ditolak Aplikasinya oleh Team CSAB SCOPUS

Berikut ini adalah 10 poin alasan utama kenapa jurnal ilmiah belum bisa terindeks di Scopus dan mendapatkan embargo 6 bulan, 1,5 tahun bahkan ada yang embargonya 5 tahun dan baru bisa apply lagi setelah itu dan harus mengirim cover letter yang  isinya perbaikan apa saja yang telah dibuat dengan “daftar dosa” yang dimiliki jurnal ilmiah yang tidak ditolerir oleh team CSAB Scopus. 10 poin rejection ini adalah sebagian pengalaman pribadi saya dan juga pengalaman beberapa kawan yang jurnalnya direject oleh Scopus dan juga dilengkapi dengan info-info dari isian materi webinar per-jurnal-an oleh para pakar dalam bidang per-Scopus-an:

  1. Bad Grammar. Bahasa dan tata bahasa Inggris di banyak artikel buruk, menunjukkan bahwa tinjauan sejawat (Peer Review Process) dan manajemen editorial perlu diperkuat lagi kerjanya.

Pertama dipaksa tapi lama-lama Mencintai

 Pengalaman di dunia perjurnalan yang saya alami cukup unik. Tahun 2015 mendadak Bi-idznillah saya ditakdirkan menjadi Editor in Chief  Jurnal. Waktu itu saya dalam perjalanan ke Kampus dari Solo ke Salatiga dan dapat telpon dari Bapak Ketua STAIN (Sekarang IAIN) Salatiga waktu itu yaitu Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd. Saya agak khawatir karena pesan dalam telpon hanya diminta menghadap Beliau. Bayangan saya adalah kesalahan apa yang saya langgar sehingga dipanggil mendadak. 

Setelah berjumpa di ruangan beliau ternyata saya diminta dengan sangat dan hormat alias “dipaksa” untuk menjadi Editor in Chief REGISTER JOURNAL. Saya agak kaget waktu itu karena nggak punya bayangan sama sekali tentang workflow kerja jurnal. Sebelum itu saya jadi editor tapi hanya mengedit satu artikel setiap semester. Sebagai  penggemar otak-atik Blogspot dan Wordpress, awal-awal saya nggak begitu suka dengan tampilan OJS yang tidak User Friendly.  Pada saat itu saya banyak  diajari oleh Ibu Noor Malihah, Ph.D dari jurnal IJIMS yang sudah terakreditasi A waktu itu dan sudah banyak belajar OJS dengan Pak Saptoni dari Jurnal Al-Jamiah, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Begini rasanya diterima oleh Web of Science dan direject oleh Scopus

Jurnal ilmiah Online yang mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 2014 sebenarnya asasnya sama saja dengan Jurnal Ilmiah versi cetak. Meminjam istilah di dunia Blogging dan Google Adsense, ”Content is the King” atau seperti apapun indah dan mind-blowing tampilan jurnal ilmiah baik versi Online maupun cetak, mutu substansi artikel adalah perkara yang paling utama.

 

Di satu sisi, ada persamaan asas tapi di sisi yang lain ada juga yang berbeda. Salah satunya adalah aspek penyebarluasan jurnal. Di era cetak versi print jurnal akan dikirimkan ke berbagai institusi dan kita akan meminta kepada institusi-institusi itu untuk mengirimkan via pos bukti tanda terima jurnal berikut stempel dan signature pejabat  yang berwenang yang telah menerima versi printed  jurnal dari kita. Nah berbeda dengan era sekarang dimana jumlah daily unique visitor pada statcounter pengunjung web-lah yang diperhatikan. Minimal 50 pengunjung unik yang berbeda IP address di jurnal kita. Contohnya Statcounter Jurnal ini.

 

8 Kriteria Ideal Inklusi Jurnal terindeks SINTA

Yth. Bapak dan ibu Pengelola Jurnal Ilmiah

Berikut ini adalah ringkasan dan sedikit penjabaran saya mengenai delapan poin evaluasi diri jurnal di web ARJUNA sebagai pertimbangan penting agar sebuah jurnal bisa secara maksimal mendapatkan poin tertinggi di web akreditasi jurnal di ARJUNA. 

1. Penamaan Spesifik Jurnal Ilmiah.  Idealnya penamaan Jurnal Ilmiah harus Spesifik sehingga mencerminkan super spesialisasi atau spesialisasi disiplin ilmu tertentu. Skornya  bisa sampai 3.0. Jika terpaksanya nama jurnal sudah telanjur sama dengan jurnal yang lain seperti banyak jurnal di Indonesia bernama “Jurnal Pendidikan Islam” atau “Jurnal Tarbawi” atau “Jurnal Penelitian” sebaiknya tidak usah ganti nama tapi focus and scope jurnalnya diubah supaya distinctive, unique, superspesialis beda dengan jurnal lain yang namanya sama atau mirip-mirip.

 

16 Prinsip Best Practice yang dikehendaki DOAJ pada Jurnal Ilmiah

 Yth. Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal,
 
Berikut ini adalah summary hasil cerapan saya setelah membaca laman web DOAJ berjudul: Principles of transparency and best practice in scholarly publishing .Saya kira materi ini sangat berguna untuk Bapak dan Ibu Pengelola Jurnal baru dan lama. Bagi pengelola jurnal baru jika jurnal Bapak dan Ibu bisa terindeks di DOAJ artikel-artikel jurnal kita akan meng-Internasional dan minimal akan berada di 86 library online di seluruh dunia diantaranya: Harvard library online, Oxford, Cambrige Library online dan seterusnya. Kemudian juga pada poin ke 8: penyebarluasan jurnal akan mendapatkan poin 3 karena DOAJ termasuk indexing kelas menengah.


 
Jika hanya terindeks di Google Scholar, Garuda dan Moraref poin score hanya 1. Bagi Bapak dan Ibu Pengelola jurnal yang jurnalnya sudah lama terindeks DOAJ perlu update kebijakan yang terbaru dan ada info DOAJ akan meninjau ulang jurnal-jurnal lama sehingga dimungkinkan ada jurnal yang discontinued terindeks DOAJ jika kebijakan jurnalnya tidak best practice lagi. 
 


Attribution: http://doaj.org, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Berikut ini adalah rangkuman dari 16 poin itu yang saya rasa penting dan yang saya pahami saja berdasarkan pengalaman pribadi saya mengelola dua jurnal yang terindeks di DOAJ.