Pertama dipaksa tapi lama-lama Mencintai

 Pengalaman di dunia perjurnalan yang saya alami cukup unik. Tahun 2015 mendadak Bi-idznillah saya ditakdirkan menjadi Editor in Chief  Jurnal. Waktu itu saya dalam perjalanan ke Kampus dari Solo ke Salatiga dan dapat telpon dari Bapak Ketua STAIN (Sekarang IAIN) Salatiga waktu itu yaitu Bapak Dr. H. Rahmat Hariyadi, M.Pd. Saya agak khawatir karena pesan dalam telpon hanya diminta menghadap Beliau. Bayangan saya adalah kesalahan apa yang saya langgar sehingga dipanggil mendadak. 

Setelah berjumpa di ruangan beliau ternyata saya diminta dengan sangat dan hormat alias “dipaksa” untuk menjadi Editor in Chief REGISTER JOURNAL. Saya agak kaget waktu itu karena nggak punya bayangan sama sekali tentang workflow kerja jurnal. Sebelum itu saya jadi editor tapi hanya mengedit satu artikel setiap semester. Sebagai  penggemar otak-atik Blogspot dan Wordpress, awal-awal saya nggak begitu suka dengan tampilan OJS yang tidak User Friendly.  Pada saat itu saya banyak  diajari oleh Ibu Noor Malihah, Ph.D dari jurnal IJIMS yang sudah terakreditasi A waktu itu dan sudah banyak belajar OJS dengan Pak Saptoni dari Jurnal Al-Jamiah, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.


Kemudian Time time flies, Witing Trisno Jalaran saka Kulina, Lama-lama saya  mencintai jurnal. Banyak belajar sama para Senior seperti Prof. Istadi dari  jurnal BCREC UNDIP, Kemudian dari para suhu perjurnalan dari RJI yaitu Mas Yoris Adi Maretta dari UNNES Semarang, Mas Andri P. Kesmawan, Pak Tanzil Multazam, Kang Busro dan masih banyak lagi yang lainnya.



Beberapa momen indah  menjadi pengelola jurnal adalah  di tahun 2016 REGISTER JOURNAL terindeks di DOAJ. Tahun  2017 REGISTER JOURNAL mendapat Bantuan Hibah jurnal Ristekdikti dalam rangka upgrade kualitas jurnal menuju akreditasi  jurnal nasional dan di tahun juga Alhamdulillah  REGISTER JOURNAL terindeks Sinta 3. Tahun berikutnya  yaitu tahun 2018 REGISTER JOURNAL meningkat levelnya di Sinta 2. Takbir!!.  



Selain sisi terang, ada juga sisi gelap. Tahun itu lamaran REGISTER JOURNAL  direject oleh team CSAB Scopus. Dari sini banyak catatan dan pelajaran berharga untuk perbaikan kualitas jurnal. Saya jadi ingat pelajaran lama di dunia blogger bahwa “Content is the King”. Jangan terlalu lama dan sibuk dengan otak-atik tampilan web jurnal tapi utamakan peningkatan kualitas substansi artikel yang diterbitkan.

Masih di  tahun yang sama saya  ikut Training of Trainer 2 Relawan Jurnal Indonesia di Yogyakarta. Pengalaman yang sangat berkesan berjumpa dengan para Relawan Jurnal dari seluruh Indonesia.  Tahun  2019 REGISTER JOURNAL mendapatkan insentif jurnal terakreditasi Sinta 2 dari Ristekdikti dan Kementrian Agama RI, terindeks ACI di bulan April 2019 dan ESCI WoS di bulan juni 2019.

Sudah di DOAJ, Sinta 2, ACI, ESCI WoS masih belum memuaskan saya. Di tahun-tahun mendatang saya ingin REGISTER Journal naik level di SSCI/SCIE nya WoS dan tahun 2023 rencana mau submit lagi ke Scopus. Untuk yang  SSCIE/SCIE  WoS target saya adalah menghadirkan penulis ber-H index tinggi  dari 10 negara dan Editor ber-H Index tinggi dari 15 negara yang berbeda. Ini satu tips agar bisa naik level dari ESCI ke SSCI/SCIE nya WoS. Sudah ada 80-an  Jurnal Indonesia di ESCI WoS dan banyak di antaranya yang sudah di Scopus dan di Scimago Q1 dan Q2 tapi belum satupun dari Jurnal Indonesia yang naik level ke SSCI/SCIE. Target ini juga dimiliki oleh jurnal IJIMS yang next milestones-nya setelah bertengger di Scimago Q1 masih ingin naik level dari ESCI WoS ke SSCI/SCIE. Semoga Allah SWT memudahkan. Aamiin.

Tidak ada komentar: