8 kriteria agar sebuah jurnal dapat diterima dan bertahan di Scopus
### Pendahuluan: Peran Krusial CSAB dan Dua Tahap Seleksi
Proses seleksi sebuah jurnal untuk dapat masuk ke dalam basis data Scopus tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui serangkaian evaluasi ketat oleh *independent board* yang disebut **Scopus Content Selection & Advisory Board (CSAB)**. Dewan independen ini terdiri dari para pakar subjek dari seluruh dunia yang memiliki pengalaman sebagai editor jurnal. Mereka bertanggung jawab untuk meninjau jurnal berdasarkan kombinasi kriteria kuantitatif dan kualitatif. Sebelum sebuah jurnal mencapai tahap peninjauan oleh CSAB, jurnal tersebut terlebih dahulu harus memenuhi **empat kriteria minimum (technical criteria)** yang bersifat mutlak: (1) memiliki konten *peer-reviewed* dengan deskripsi proses yang jelas dan tersedia untuk publik; (2) terbit secara reguler dan memiliki ISSN yang terdaftar di ISSN International Centre; (3) memiliki konten yang relevan dan mudah dibaca oleh audiens internasional (setidaknya abstrak dan judul dalam Bahasa Inggris); dan (4) memiliki pernyataan etika publikasi yang tersedia untuk publik. Kegagalan dalam memenuhi salah satu dari persyaratan dasar ini akan mengakibatkan penolakan di tahap awal evaluasi.
Kualitas dan Orisinalitas Konten Ilmiah (Content)
Ini adalah aspek terpenting yang dinilai pertama kali oleh CSAB. Scopus tidak hanya melihat tampilan website, tetapi mengutamakan substansi ilmiah dari artikel yang diterbitkan. Kriteria utamanya meliputi: artikel harus menawarkan **kebaruan (novelty)** dan memberikan kontribusi ilmiah yang jelas terhadap bidang ilmunya (*academic contribution to the field*). Metodologi penelitian yang digunakan harus kuat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, pembahasan dalam artikel harus bersifat kritis dan analitis, bukan hanya deskriptif belaka, dengan referensi yang mutakhir (ideal >50% dari 5 tahun terakhir). Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Inggris akademik yang baik, dengan abstrak yang jelas dan mudah dipahami (*clarity of abstracts*). Target idealnya adalah setidaknya 80% artikel merupakan hasil penelitian asli, dan tidak didominasi oleh artikel berskala lokal atau opini yang lemah secara metodologis.
Internasionalisasi Penulis dan Dewan Redaksi (Journal Policy)
Scopus menekankan pentingnya perspektif global dalam sebuah jurnal. Oleh karena itu, **diversitas geografis penulis dan editor** menjadi salah satu pilar penilaian dalam kategori *Journal Policy*. Sebuah jurnal yang seluruh penulisnya berasal dari satu institusi atau satu negara akan sulit diterima. Idealnya, jurnal memiliki minimal 30-50% penulis dari luar negeri, dengan tidak lebih dari 20-25% artikel berasal dari institusi penerbit itu sendiri. Begitu pula dengan dewan redaksi (*editorial board*), harus menunjukkan jaringan global yang kuat. Target yang umum adalah minimal 40-50% anggota dewan redaksi berasal dari luar negara penerbit dan sebagian besar dari mereka memiliki reputasi akademik yang aktif, ditandai dengan keikutsertaan sebagai penulis atau reviewer pada jurnal-jurnal terindeks Scopus lainnya (memiliki *Scopus Author ID*).
Ketelitian dan Transparansi Proses Peer Review
CSAB sangat memperhatikan kualitas dan integritas proses **peer-review**. Jurnal harus memiliki kebijakan *peer-review* yang jelas dan dipublikasikan di websitenya. Model *double-blind review* (di mana identitas penulis dan reviewer saling dirahasiakan) sangat ideal dan direkomendasikan untuk menjaga objektivitas. Reviewer harus berasal dari kalangan independen (bukan dari dewan redaksi internal saja) dan memberikan review yang substantif, bukan sekadar formalitas. Jurnal juga harus secara eksplisit mencantumkan prosedur baku (*Standard Operating Procedure*) untuk proses review. Hal ini menunjukkan bahwa jurnal memiliki komitmen terhadap kualitas dan menghindari praktik-praktik yang tidak etis seperti *paper mill* atau publikasi instan tanpa proses seleksi ilmiah yang semestinya.
Konsistensi dan Reguleritas Penerbitan (Publishing Regularity)
Aspek ini menjadi salah satu penyebab utama banyak jurnal ditolak atau bahkan dikeluarkan (*discontinued*) dari Scopus. **Tidak adanya penundaan atau gangguan dalam jadwal penerbitan** adalah syarat mutlak. Jurnal harus terbukti konsisten terbit tepat waktu sesuai dengan frekuensi yang dijanjikan (misalnya, terbit dua kali setahun atau empat kali setahun) tanpa pernah terlambat. Volume dan nomor terbitan juga harus konsisten dan mudah dilacak. Scopus biasanya mensyaratkan adanya riwayat penerbitan yang stabil setidaknya selama 2-3 tahun sebelum sebuah jurnal dapat diajukan. Tidak boleh ada edisi kosong atau penerbitan ganda yang tidak sesuai jadwal, karena hal ini mencerminkan manajemen jurnal yang buruk.
Keterindeksan dan Tingkat Sitasi (Journal Standing)
Scopus ingin memastikan bahwa jurnal yang diindeks benar-benar digunakan, dibaca, dan memberikan dampak bagi komunitas ilmiah global. Oleh karena itu, **keterindeksan artikel jurnal di Scopus** dan **reputasi editor** menjadi penilaian penting. Jurnal yang baik secara perlahan akan mulai mendapatkan sitasi dari jurnal-jurnal internasional lainnya, yang mencerminkan bahwa artikel-artikelnya relevan dan berkualitas. Tidak boleh ada manipulasi sitasi, seperti memaksa penulis untuk menyitasi artikel dari jurnal yang sama (*citation coercion*) atau membuat *citation ring* antar jurnal. Target amannya adalah setiap artikel mulai mendapatkan sitasi dalam 2-3 tahun pertama setelah terbit. Proses ini sangat penting karena jurnal yang tidak memenuhi tolok ukur kinerja (seperti *CiteScore* yang rendah atau tingkat sitasi mandiri yang terlalu tinggi) selama dua tahun berturut-turut akan dimasukkan dalam program evaluasi ulang oleh CSAB dan berisiko di-*discontinue*.
Profesionalisme Website dan Metadata Teknis (Online Availability)
Website jurnal adalah "wajah" dari jurnal tersebut di mata CSAB dan harus memenuhi standar profesionalisme. Kriteria utamanya meliputi: seluruh konten jurnal tersedia daring (*full journal content available online*), **halaman beranda jurnal tersedia dalam Bahasa Inggris**, dan kualitas halaman website tersebut baik dan informatif. Penggunaan platform **Open Journal Systems (OJS)** versi terbaru sangat direkomendasikan karena mendukung standar metadata internasional. Jurnal harus memiliki **DOI (Digital Object Identifier)** yang aktif untuk setiap artikel, mengintegrasikan **ORCID** untuk identifikasi penulis, dan melakukan pendaftaran metadata ke **Crossref** (termasuk pembuatan XML). Selain itu, kebijakan *plagiarism check* harus jelas (misalnya, menggunakan Turnitin atau iThenticate dengan batasηΈδΌΌεΊ¦ <20%). Semua elemen teknis ini memudahkan mesin pencari dan basis data untuk menemukan, mengutip, dan melacak artikel.
Kepatuhan Ketat terhadap Etika Publikasi (Publication Ethics)
Aspek ini menjadi salah satu alasan tertinggi mengapa sebuah jurnal ditolak atau dihentikan indeksasinya, dengan 86% jurnal yang ditolak memiliki masalah pada kebijakan jurnal termasuk etika. Scopus sangat ketat dan mengharuskan jurnal untuk **mengikuti pedoman dari Committee on Publication Ethics (COPE)**. Jurnal harus secara terbuka menyatakan kebijakan mereka terkait *authorship*, penanganan keluhan dan banding, dugaan pelanggaran penelitian, konflik kepentingan, koreksi, dan pencabutan artikel (*retraction policy*). Tidak boleh ada praktik plagiarisme, *guest authorship* (penulis kehormatan yang tidak berkontribusi), atau *citation manipulation*. Jurnal yang terbukti melanggar standar etika ini tidak hanya akan ditolak, tetapi jika sudah terindeks, dapat langsung dihentikan statusnya melalui program evaluasi *Radar* yang secara otomatis mendeteksi perilaku menyimpang (*outlier behaviour*).
Kesimpulan dan Fokus untuk Bidang Linguistik Terapan
Jika sebuah jurnal mampu unggul dalam semua aspek di atas—memiliki artikel berkualitas tinggi, internasionalisasi penulis dan editor yang baik, proses *peer-review* yang ketat, konsistensi terbit, sitasi yang sehat, website profesional, dan etika publikasi yang sempurna—maka peluang untuk diterima dan bertahan di Scopus menjadi sangat besar. Untuk bidang **Linguistik, ELT, Pragmatik, Analisis Wacana, dan Linguistik Terapan**, faktor kualitas artikel, internasionalisasi, dan sitasi menjadi penentu utama, karena bidang ini sangat dinamis dan membutuhkan keterpaparan terhadap riset global terkini. Ingatlah bahwa penerimaan bukanlah akhir dari perjuangan; Scopus secara berkelanjutan mengevaluasi jurnal setiap tahun. Jurnal yang lalai menjaga standarnya, terutama dalam hal etika dan kualitas konten, berisiko di-*discontinue* dan tidak akan bisa mengajukan diri kembali selama lima tahun.
**Daftar URL Referensi:**
1. Scopus Content Policy and Selection (Elsevier): [https://www.elsevier.com/en-au/products/scopus/content/content-policy-and-selection](https://www.elsevier.com/en-au/products/scopus/content/content-policy-and-selection)
2. Scopus Content Curation Guidance (NCCU): [https://ref.lib.nccu.edu.tw/Eserv/Scopus%20content%20curation_202410.pdf](https://ref.lib.nccu.edu.tw/Eserv/Scopus%20content%20curation_202410.pdf)
3. Recommendations for Selecting Journals for Scopus (Ukraine Government): [https://nauka.gov.ua/en/information/recommendations-for-selecting-scientific-journals-for-the-scopus-database/](https://nauka.gov.ua/en/information/recommendations-for-selecting-scientific-journals-for-the-scopus-database/)
4. Advices and Recommendation to Editorial Boards (MUNI Press): [https://www.press.muni.cz/en/journals/advices-and-recommendation-to-editorial-boards](https://www.press.muni.cz/en/journals/advices-and-recommendation-to-editorial-boards)