8 Perubahan Mendasar akreditasi jurnal 2026

 

Perubahan aturan akreditasi jurnal yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menunjukkan adanya upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola jurnal ilmiah di Indonesia. Kebijakan baru ini tidak hanya mengubah aspek administratif, tetapi juga memperbarui sistem penilaian dan pengawasan mutu jurnal ilmiah. Dengan adanya pembaruan tersebut, pengelola jurnal dituntut untuk lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada kualitas publikasi ilmiah yang berkelanjutan.

Perubahan pertama berkaitan dengan nomenklatur kelembagaan. Nama kementerian yang sebelumnya Kemenristekdikti kini berubah menjadi Kemendiktisaintek. Selain itu, direktorat yang menangani jurnal ilmiah juga mengalami perubahan nama dari Ditjen Risbang menjadi Ditjen Saintek. Perubahan ini menandakan adanya penyesuaian struktur organisasi pemerintah sekaligus penegasan fokus terhadap pengembangan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi sebagai bagian penting dalam pengelolaan jurnal ilmiah nasional.

Aturan baru juga menegaskan bahwa jurnal yang telah terindeks Scopus tidak otomatis memperoleh peringkat Akreditasi Jurnal Nasional SINTA 1. Kebijakan ini menunjukkan bahwa indeksasi internasional tidak lagi menjadi satu-satunya indikator kualitas jurnal. Penilaian akreditasi nasional tetap mempertimbangkan berbagai aspek lain seperti tata kelola, kualitas substansi artikel, konsistensi penerbitan, serta kepatuhan terhadap standar etika publikasi ilmiah. Dengan demikian, semua jurnal tetap harus melalui proses evaluasi nasional secara menyeluruh.

Perubahan berikutnya terlihat pada periode penilaian jurnal yang diperpanjang dari dua tahun menjadi tiga tahun terakhir. Kebijakan ini memberikan ruang evaluasi yang lebih panjang sehingga asesor dapat menilai konsistensi kualitas jurnal secara lebih objektif. Selain itu, pengelola jurnal juga memiliki waktu yang lebih cukup untuk memperbaiki sistem editorial, meningkatkan mutu artikel, serta menjaga stabilitas penerbitan jurnal secara berkelanjutan.

Dalam sistem pemeringkatan, aturan baru menyederhanakan level akreditasi jurnal menjadi empat tingkatan, yaitu SINTA 1, SINTA 2, SINTA 3, dan SINTA 4. Penyederhanaan ini bertujuan untuk membuat sistem klasifikasi jurnal menjadi lebih jelas dan mudah dipahami. Dengan jumlah level yang lebih sedikit, diharapkan kompetisi antarjurnal menjadi lebih sehat dan fokus pada peningkatan kualitas nyata, bukan hanya mengejar posisi peringkat tertentu.

Pemerintah juga menaikkan ambang batas nilai akreditasi jurnal. Semua batas peringkat mengalami kenaikan sebesar 10 poin, dan syarat minimal nilai total akreditasi jurnal ilmiah kini minimal 60. Kebijakan ini menunjukkan bahwa standar kualitas jurnal nasional semakin diperketat. Pengelola jurnal harus lebih serius dalam memenuhi standar pengelolaan, kualitas artikel, sistem review, dan tata kelola penerbitan agar mampu mencapai nilai akreditasi yang ditentukan.

Selain itu, penilaian terhadap kunjungan unik ke laman jurnal dihapuskan dari komponen akreditasi. Sebelumnya, jumlah pengunjung situs jurnal menjadi salah satu indikator penilaian, tetapi kini fokus diarahkan pada kualitas manajemen dan substansi ilmiah. Perubahan ini dinilai lebih adil karena popularitas laman belum tentu mencerminkan mutu akademik jurnal. Dengan demikian, jurnal kecil tetapi berkualitas tetap memiliki peluang yang sama untuk memperoleh akreditasi yang baik.

Aturan baru juga memperjelas bobot penilaian dan tindakan korektif terhadap jurnal ilmiah. Penilaian kini terdiri atas aspek manajemen sebesar 47% dan substansi sebesar 53%, sehingga kualitas isi artikel menjadi faktor utama dalam akreditasi. Selain itu, apabila ditemukan pelanggaran integritas akademik atau penurunan mutu jurnal, Direktur Jenderal dapat memberikan sanksi berupa teguran tertulis, penurunan peringkat, pembekuan sementara, hingga pencabutan status akreditasi. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga integritas, kualitas, dan kredibilitas jurnal ilmiah di Indonesia.


SINTA 3 FAST TRACK BIDANG LINGUISTICS 6-8 WEEKS REVIEW PROCESS

 New Article Processing Charge (APC) and Fast-Track Fee for JoPR  Started from March 2026

Started from March 2026, the Journal of Pragmatics Research (JoPR), E-ISSN: 2656-8020, published by Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Indonesia, accessible at https://ejournal.uinsalatiga.ac.id/index.php/jopr/index, has instituted the following author publication fees.

Fast-Track Fee: IDR 1,200,000 (Indonesian Rupiah) / USD 80 (United States Dollars)

This fast-track option is available to authors who wish to expedite the publication process. Upon payment of this fee, the review process, editorial decision, and author notification are guaranteed to be completed within six to eight (6–8) weeks. This fee includes publication charges.

Procedure for the Fast-Track Review Process:

  1. Submit the complete manuscript through the journal's online submission system.

  2. An initial screening is conducted to evaluate the quality of the submitted manuscript.

  3. If the manuscript falls outside the journal's scope or is deemed to be of insufficient quality, it will be rejected. However, should the manuscript demonstrate potential for eventual publication, the author will be offered two options: the Fast-Track or the Regular Track.

  4. Should the author select the Fast-Track option, the manuscript may be subject to two to three (2–3) rounds of revision following the initial review.

Important Considerations:

  • Authors are advised not to make any payment during the initial submission and screening process.

  • Authors must await the editorial decision regarding whether their manuscript qualifies for the Fast-Track option.

  • If the manuscript is accepted for the Fast-Track option, it will become eligible for publication after the completion of the required revision rounds.

Standard Article Processing Charge (APC):

The Article Processing Charge (APC) for publishing an original research paper in this journal is IDR 1,500,000 for Indonesian authors and USD 100 for international (foreign) authors. Upon acceptance of the manuscript for publication, authors are required to complete and submit the Originality and Ethical Statement, accompanied by a digital signature, and to settle the publication fee.

Combined Fast-Track and APC Fee: IDR 2,700,000 (Indonesian Rupiah)

editorial team jurnal SIAGA

 Team Editor | Jurnal Siaga: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja







Team Editor

Ketua Dewan Redaksi (Editor in Chief)
Charisha Mahda Kumala, SKM., M. KKK, Google Scholar ID: hhbftQEAAAAJ&hl=id
SINTA ID: 6780538, Politeknik Rukun Abdi Luhur Kudus

Dewan Editor

1. Muh. Rizwan, S.Tr KKK, Politeknik Rukun Abdi Luhur Kudus
2. Fika Udrufatun Nisa, S.Tr KKK, GARUDA ID: 6665984, Politeknik Rukun Abdi Luhur Kudus

Mitra Bestari
1. Novi Styaningsih, SKM., M.Kes, Google Scholar ID: jGQ-n2sAAAAJ&hl=id dan SINTA ID: 6795679), Politeknik Rukun Abdi Luhur Kudus
2. Arina Nuraliza Romas, SKM., MPH, Google Scholar ID: 8-wBkAAAAJ&hl=id dan SINTA ID: 6787134)
3. Effine Lourrinx, ST., M. Ling. Google Scholar ID: yy3H7JQAAAAJ dan SINTA ID: 6786859)

Dr. Faizal Risdianto mengisi acara Academic Writing di Universitas Bengkulu

 


Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu akan menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “The Use of AI to Find Research Gap and Novelty” sebagai bagian dari upaya penguatan budaya riset, inovasi akademik, dan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal UIN Salatiga, Dr. Faizal Risdianto, S.S., M.Hum., sebagai narasumber utama yang akan membagikan wawasan dan pengalaman mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam penulisan akademik dan pengembangan penelitian. Dalam kegiatan academic writing tersebut, Dr. Faizal akan menjelaskan bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara strategis untuk menemukan research gap, membangun novelty penelitian, memperkuat analisis akademik, serta membantu peneliti menghasilkan publikasi ilmiah yang lebih berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman.

Sebagai Kapus Publikasi dan Rumah Jurnal UIN Salatiga, Dr. Faizal Risdianto dinilai memiliki pengalaman yang kuat dalam pengembangan publikasi ilmiah, pendampingan jurnal akademik, serta penguatan kapasitas riset dosen dan mahasiswa. Kehadirannya di Universitas Bengkulu diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus wawasan praktis kepada peserta tentang pentingnya integrasi teknologi AI dalam dunia penelitian modern, khususnya dalam proses penyusunan proposal penelitian, penulisan artikel ilmiah, hingga publikasi jurnal bereputasi.

Acara ini akan dipandu oleh Suci Sartika Putri, mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Bengkulu, yang akan memoderatori diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Kuliah umum tersebut dijadwalkan berlangsung pada 23 April 2026 pukul 10.00 WIB bertempat di Wing Kiri Lab Pembelajaran FKIP UNIB. Melalui forum akademik ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai penggunaan AI dalam penelitian, tetapi juga strategi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam meningkatkan kualitas academic writing dan pengembangan novelty penelitian di era digital.