STATUS AKREDITASI JURNAL UIN SALATIGA MARET 2026

 

JUMLAH TOTAL JURNAL UIN SALATIGA:25

JUMLAH JURNAL TERAKREDITASI 23

SINTA 1: 2 JURNAL

SINTA 2: 9 JURNAL

SINTA 3: 6 JURNAL

SINTA 4: 4 JURNAL

SINTA 5: 2 JURNAL

JUMLAH JURNAL BELUM TERAKREDITASI 2

SUMBER: https://docs.google.com/document/d/1MzL31VzlwHEuqgh7dSmo4XNnSJ08cuX8/edit?usp=sharing&ouid=103622078763806956360&rtpof=true&sd=true

Bijak Membaca Laporan Deteksi AI: Pentingnya Verifikasi dan Penilaian Manusia

Tingkat deteksi penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sebuah dokumen perlu disikapi dengan hati-hati. Oleh karena itu, sistem merekomendasikan agar hasil deteksi tidak langsung dijadikan dasar kesimpulan. Diperlukan peninjauan lebih lanjut oleh manusia sebelum menentukan apakah suatu karya benar-benar melibatkan penggunaan AI secara tidak semestinya. Pendekatan yang hati-hati ini penting agar penilaian terhadap karya mahasiswa tetap adil dan proporsional.

Turnitin juga menegaskan bahwa teknologi deteksi AI tidak selalu sepenuhnya akurat. Sistem dapat menghasilkan false positive, yaitu ketika teks yang sebenarnya ditulis oleh manusia terdeteksi sebagai teks yang dihasilkan AI. Sebaliknya, dapat pula terjadi false negative, yaitu ketika teks yang dibuat dengan bantuan AI tidak terdeteksi oleh sistem. Keterbatasan ini menunjukkan bahwa hasil deteksi AI sebaiknya dipahami sebagai indikasi awal, bukan sebagai bukti mutlak.

Karena adanya potensi kesalahan tersebut, persentase deteksi AI tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar untuk menuduh terjadinya pelanggaran akademik. Penilaian terhadap kemungkinan kecurangan akademik harus mempertimbangkan berbagai aspek lain, termasuk gaya penulisan mahasiswa, proses pengerjaan tugas, serta konteks pembelajaran yang berlaku. Dengan demikian, keputusan yang diambil dapat lebih objektif dan sesuai dengan prinsip keadilan akademik.

Dalam praktiknya, dosen atau penilai dianjurkan untuk menggunakan laporan deteksi AI sebagai titik awal untuk melakukan evaluasi yang lebih mendalam. Hasil tersebut dapat menjadi bahan untuk melakukan klarifikasi atau diskusi dengan mahasiswa mengenai proses penulisan tugas yang mereka lakukan. Pendekatan dialogis seperti ini tidak hanya membantu memastikan kejujuran akademik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami batasan etis dalam penggunaan teknologi AI dalam pembelajaran.

Selain itu, perlu dipahami bahwa model deteksi AI hanya menganalisis teks yang memenuhi kriteria tertentu, yang disebut sebagai qualifying text. Yang dimaksud dengan qualifying text adalah tulisan panjang yang terdiri dari kalimat-kalimat dalam paragraf, seperti esai, artikel, atau laporan ilmiah. Format tulisan lain seperti bullet points, daftar poin, atau daftar anotasi biasanya tidak dianalisis oleh sistem. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan antara bagian teks yang disorot dalam laporan dengan persentase keseluruhan yang ditampilkan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap cara kerja sistem sangat penting agar interpretasi laporan deteksi AI tidak menimbulkan kesalahpahaman.

In 2022, Institut Agama Islam Negeri Salatiga Officially Established Following Institutional Transformation



Institut Agama Islam Negeri Salatiga (IAIN) Salatiga has officially changed its status to Universitas Islam Negeri Salatiga (UIN) Salatiga following the issuance of Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 88 of 2022 on June 8, 2022. The transformation marks a significant milestone in the institution’s development and reflects its long-standing aspiration to become a State Islamic University.


Rector Zakiyuddin Baidhawy stated that the issuance of the regulation represents the fulfillment of a major goal shared by the entire academic community. He emphasized that the transition from an institute to a university is not only a structural change but also a strategic step toward achieving broader academic excellence in science, technology, and the arts. He described the transformation as a blessing and the result of three years of dedicated effort by the university’s stakeholders.


The newly established UIN Salatiga upholds the vision of becoming a “Green Wasathiyah Campus,” aiming to promote environmental sustainability and moderate Islamic values. The university seeks to integrate ecological awareness with the principles of wasathiyah (moderation) to foster a harmonious and inclusive academic environment.


Former STAIN Salatiga Chair (2010–2014), Imam Sutomo, noted that the transformation also carries a social responsibility to maintain solidarity and tolerance in Salatiga, a city recognized for its religious harmony. He highlighted the important role of religious-based higher education institutions in preserving the city’s reputation as one of Indonesia’s most tolerant cities.


Currently, UIN Salatiga offers 24 undergraduate programs across five faculties, including one international class program. The university also provides five master’s (S2) programs and one doctoral (S3) program. A total of 4,846 prospective students applied through the SPAN-PTKIN admission track, while entrance examinations for the UM-PTKIN pathway were scheduled for June 14–15, 2022, with independent admissions open until July 10, 2022.


List of 164 Free Open-Access Language & Linguistics Journals (Scopus Indexed)

List of 164 Free Open-Access Language & Linguistics Journals (Scopus Indexed)

  1. Indo-European Linguistics – https://brill.com/view/journals/ieul/ieul-overview.xml

  2. Journal of Language Modelling – https://jlm.ipipan.waw.pl

  3. Computational Linguistics – https://direct.mit.edu/coli

  4. Issues in Language Studies – https://ils.unimas.my

  5. Neofilolog – https://pressto.amu.edu.pl/index.php/neofilolog

  6. Transactions of the Association for Computational Linguistics – https://direct.mit.edu/tacl

  7. Hermeneus – https://revistas.uva.es/index.php/hermeneus

  8. Linguistica Uralica – https://kirj.ee/lu

  9. Studies in Second Language Learning and Teaching – https://pressto.amu.edu.pl/index.php/ssllt