Berikut Top 20 Universitas Terbaik di Indonesia versi THE WUR 2026

 Berikut Top 20 Universitas Terbaik di Indonesia versi THE WUR 2026:

1. Universitas Indonesia (UI) Peringkat dunia: 801-1.000, Skor keseluruhan: 35.5-38.9

2. Universitas Sebelas Maret (UNS) Peringkat dunia: 1.001-1.200, Skor keseluruhan: 32.1-35.4

3. Binus University Peringkat dunia: 1.201-1.500, Skor keseluruhan: 27.3-32.0

4. Institut Teknologi Bandung (ITB) Peringkat dunia: 1.201-1.500, Skor keseluruhan: 27.3-32.0

5. Universitas Airlangga (Unair) Peringkat dunia: 1.201-1.500, Skor keseluruhan: 27.3-32.0

6. Universitas Gadjah Mada (UGM) Peringkat dunia: 1.201-1.500, Skor keseluruhan: 27.3-32.0

7. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Peringkat dunia: 1.201-1.500, Skor keseluruhan: 27.3-32.0

8. Universitas Padjadjaran (Unpad) Peringkat dunia: 1.201-1.500, Skor keseluruhan: 27.3-32.0

9. Universitas Kristen (Unika) Indonesia Atma Jaya, Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

10. Universitas Diponegoro, Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

11. Universitas Halu Oleo (UHO) Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

12. Universitas Hasanuddin (Unhas) Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

13. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

14. IPB University, Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

15. Universitas Islam Indonesia (UII), Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

16. Universitas Jember (Unej) Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

17. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

18. Universitas Negeri Malang (UM) Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

19. Telkom University (Tel-U) Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2

20. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peringkat dunia: 1.501+, Skor keseluruhan: 10.3-27.2. [amh]

sumber: Top 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, UIN Bandung Nomor Wahid PTKIN - Posbekasi.com

Ekosistem Publikasi Berkelanjutan: Membangun Budaya Menulis, Sitasi, dan Knowledge Impact di PTKI

A. Pendahuluan: Visi Besar PTKI

Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan pencerahan (*center of excellence and enlightenment*).

Di era globalisasi dan keterbukaan informasi, publikasi ilmiah menjadi jembatan antara tradisi keilmuan Islam klasik yang kaya akan manuskrip dan kajian sanad dengan tuntutan akademik modern yang mengutamakan inovasi, keterbukaan, dan dampak global.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Arskal Salim, menegaskan bahwa PTKI harus menjadi pusat inspirasi dan solusi, bukan sekadar pusat keilmuan .

Namun, perjalanan menuju visi tersebut tidak luput dari tantangan. Penelitian disertasi Parhan Hidayat di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan adanya perbedaan perspektif antara pemerintah dan PTKI. Pemerintah cenderung melihat publikasi ilmiah sebagai alat untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, sementara PTKI terkadang menjadikannya sebagai ajang kompetisi dalam pemeringkatan. Ironisnya, bagi sebagian dosen, publikasi ilmiah lebih dianggap sebagai formalitas administratif semata . Tantangan lainnya adalah rendahnya kultur menulis yang belum menjadi gaya hidup, gap sitasi akibat kurangnya visibilitas karya, serta dampak penelitian yang terbatas hanya sebagai "penghuni rak perpustakaan" dan tidak menjawab problem riil umat.

B. Pilar Utama Ekosistem Publikasi Berkelanjutan

1. Budaya Menulis: Dari Beban Menjadi Kebutuhan

Budaya menulis yang kokoh adalah fondasi utama ekosistem publikasi. Membangun kebiasaan ini tidak bisa instan; ia harus ditanamkan melalui pendekatan sistemik dan humanis.

Teori baru yang dirumuskan dalam disertasi Parhan Hidayat mendefinisikan publikasi ilmiah sebagai kebiasaan menghasilkan karya yang mampu meningkatkan rekognisi perguruan tinggi. Kebiasaan ini dapat tumbuh subur melalui sinergi antara kebijakan kampus yang mendukung (*supportive policies*), motivasi diri (*self-motivation*), dan integritas (*integrity*) .

Daftar Lengkap 41 Jurnal terindeks Scopus PTKIN & SJR-nya

 Daftar Lengkap 41 Jurnal terindeks Scopus PTKIN & SJR-nya

1. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Q1 SJR 1,517

2. El-Mashlahah Q1 SJR 1,455

3. Juris: Jurnal Ilmiah Syariah Q1 SJR 1,296

4. Journal of Islamic Law Q1 SJR 1,023

5. Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Q1 SJR 1,015

6. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah Q1 SJR 0,999

7. Al-Ahkam Q1 SJR 0,951

8. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Q1 SJR 0,947

9. Samarah Q1 SJR 0,921

10. Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Q1 SJR 0,884

11. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Q1 SJR 0,847

12. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah Q1 SJR 0,754

13. El-Usrah Q1 SJR 0,73

14. Al-Risalah: Forum Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan Q1 SJR 0,672

15. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Q1 SJR 0,647

16. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies Q1 SJR0,608

17. Mazahib Jurnal Pemikiran Hukum Islam Q1 SJR 0,56

18. MILRev: Metro Islamic Law Review Q1 SJR 0,552

19. Qudus International Journal of Islamic Studies Q1 SJR 0,537

20. Al-Ahwal Q1 SJR 0,436

21. Khazanah Hukum Q2 SJR 0,429

22. Ulumuna Q1 SJR 0,426

23. Al-Jami'ah Q1 SJR 0,419

24. Jurnal Pendidikan Islam Q1 SJR 0,397

25. Jurnal Ilmiah Islam Futura Q1 SJR 0,377

26. Al-'Adalah Q1 SJR 0,372

27. Journal of Indonesian Islam Q1 SJR 0,303

28. Jurnal Studi Ilmu-ilmu al-Qur'an dan Hadis Q1 SJR 0,283

29. Jurisdictie: Jurnal Hukum dan Syariah Q1 SJR 0,275

30. Psikohumaniora Q3 SJR 0,273

31. Studia Islamika Q1 SJR 0,256

32. Millah: Journal of Religious Studies Q1 SJR 0,24

33. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Q1 SJR 0,236

34. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Q1 SJR 0,224

35. Islamic Guidance and Counseling Journal Q1 SJR 0,216

36. Jurnal Hukum Islam Q1 SJR 0,214

37. Miqot: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Q1 SJR 0,208

38. Munaddhomah Q2 SJR 0,181

39. Journal of Islamic Architecture Q1 SJR 0,266

40. Jurnal Pendidikan Agama Islam (JPAI) Q2 SJR 0,202

41. Jurnal Ilmiah Mizani: Wacana Hukum, Ekonomi dan Keagamaan Non Q

SOURCE: https://elkuator.com/dari-ekuator-41-jurnal-di-global/

 

 

JASA BIKIN WEB OJS

 JASA BIKIN WEB OJS



Instansi/Lembaga Anda Ingin Membuat Jurnal Online Berbasis Open Journal System (OJS)?

Kami melayani pembuatan Website Jurnal OJS sampai proses penerbitan dan didampingi hingga bisa mengelola sendiri.

Paket yang kami tawarkan:

Installasi OJS dan Desain Web OJS untuk Single/satu jurnal

Registrasi Domain Dan Hosting (sewa domain & hosting dalam tanggungan client)

Pemilihan Theme OJS

Tutorial sebagai Journal Manager, Editor dan Author di Web OJS

Update Versi OJS

Official website:

https://jolcc.org/bikinwebojs/

Silakan Hubungi kami (Admin) WA: +6282138192095 atau 0856-4201-9501.

Pertanyaan tentang habisnya masa akreditasi jurnal ilmiah

 Pertanyaan tentang habisnya masa akreditasi jurnal ilmiah


Satu hal yang unik yang sering ditanyakan author adalah: Jurnal yang anda kelola tahun ini mau habis masa akreditasinya ya? Lalu jika habis masa akreditasinya status akreditasinya bagaimana? apakah tidak terakreditasi?


Berkenaan dengan hal tersebut kami sampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 9 Tahun 2018 pasal 7 ayat (2) berbunyi dalam hal Kementerian belum menerbitkan Akreditasi berdasarkan permohonan Akreditasi ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), hasil Akreditasi Jurnal ilmiah sebelumnya tetap berlaku. Oleh karena itu kami sampaikan jurnal yang telah lolos desk evaluasi dan dalam proses penilaian maka Peringkat Akreditasi sebelumnya dinyatakan tetap berlaku hingga hasil akreditasi terbaru telah diumumkan.

jadi perlu dipahami jika masa akreditasi sudah mau habis tapi masih menunggu open dan jika Sudah masuk akreditasi masih menunggu penilaian yang bisa setahun sampai 1,5 tahun masa penilaian jurnal tersebut masih dinyatakan berlaku dalam SK akreditasi.