Transformasi Kebijakan Akreditasi Jurnal Ilmiah Online di Indonesia
Transformasi Kebijakan Akreditasi Jurnal Ilmiah Online di Indonesia: Perbandingan Peraturan Lama dan Kebijakan Baru Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026
Perkembangan publikasi ilmiah di Indonesia mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Digitalisasi pengelolaan jurnal melalui Open Journal Systems (OJS), meningkatnya tuntutan kualitas publikasi internasional, serta kebutuhan akan transparansi proses editorial mendorong pemerintah melakukan pembaruan regulasi mengenai akreditasi jurnal ilmiah. Perubahan tersebut diwujudkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah, yang menggantikan berbagai pedoman sebelumnya. Kebijakan baru ini hadir untuk meningkatkan mutu, relevansi, transparansi, serta daya saing jurnal ilmiah Indonesia pada tingkat nasional maupun internasional. Melalui regulasi baru tersebut, pemerintah tidak hanya mengatur mekanisme penilaian akreditasi, tetapi juga memberikan rambu-rambu yang lebih jelas bagi penulis maupun pengelola jurnal agar seluruh proses penerbitan berjalan sesuai standar ilmiah modern.
Pada regulasi sebelumnya, fokus utama akreditasi lebih banyak diarahkan pada pemenuhan aspek administratif dan kelengkapan pengelolaan jurnal. Penilaian memang telah memperhatikan kualitas substansi artikel dan manajemen penerbitan, tetapi belum memberikan penekanan yang kuat terhadap integritas akademik, tata kelola elektronik secara menyeluruh, serta identitas internasional jurnal. Dalam praktiknya, banyak jurnal telah menggunakan sistem daring, namun standar operasional, dokumentasi editorial, keterbukaan data, dan evaluasi mutu belum sepenuhnya menjadi bagian utama dari indikator penilaian. Regulasi lama juga cenderung menempatkan proses akreditasi sebagai kegiatan evaluasi berkala tanpa mendorong budaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan.
Salah satu perubahan mendasar dalam kebijakan baru adalah penegasan mengenai orisinalitas karya ilmiah. Apabila pada regulasi sebelumnya aspek orisinalitas hanya menjadi salah satu syarat umum publikasi, Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 menempatkan keaslian artikel sebagai prinsip utama yang harus dipenuhi oleh setiap penulis. Setiap artikel wajib merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan, serta bebas dari segala bentuk plagiarisme. Dengan demikian, pengelola jurnal dituntut menerapkan pemeriksaan kemiripan naskah secara sistematis sebelum artikel memasuki proses review maupun diterbitkan.
Perubahan berikutnya terlihat pada penguatan etika publikasi ilmiah. Pada kebijakan lama, etika publikasi lebih banyak diwujudkan dalam bentuk pernyataan etik penulis dan reviewer. Regulasi baru memperluas ruang lingkupnya dengan menegaskan larangan terhadap fabrikasi data, falsifikasi hasil penelitian, duplikasi publikasi, serta plagiarisme. Penulis diwajibkan mencantumkan sitasi secara benar dan lengkap, sedangkan pengelola jurnal harus memiliki kebijakan etik yang terdokumentasi serta mekanisme penanganan pelanggaran etik secara transparan. Hal ini menunjukkan bahwa integritas akademik kini menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi.
list editor jopr
new side bar JOPR
<!-- Article Template -->
<p><a href="https://docs.google.com/document/d/1Ko7RdKm23SiwJcj8XuHPY0t3Ff5d4pwg/edit" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9XrlMVqCw-opJrN2SNvAKih9b4L5ro-fBzQ9pRd75MLibeWJl92A_wlTiOUzhUFl3bbLDkhEhURI3BF7rCZ5J5kmKQEA1RlPaueSSt8c0PlkI2_GwuNLACko1UNb2cQZwrQt1qoGNkVf0Zik6onxRoZPAMeTAOg0UjSHClJMo4NXcp68axB4m7YMQL4w/s1600-rw/eng-template200px.png" alt="" /></a><br /><a href="https://docs.google.com/document/d/1buCih2BjIPYtJTW5CHeAed2A9ZSxs7g3/edit?usp=sharing&ouid=114000742223423553730&rtpof=true&sd=true" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGnt-a006A9JSiLEt9L4it4z0LY9SNuqC4VW0hsHNcukLfP13no6mvXgvYB89U2bNfoD0tPFMbD9FyHEkMPhHh8vSmxxJ7LeknbgPRrpJN56fLYaIjtVLrcSm57JlwYwG4KZ7u94vCridwyq4UVb3-woPTG0-4gBfmJ8SnqGyF2XqhjybVO10eH3LR0mQ/s1600-rw/indo-template200px.png" alt="" /></a></p>
<!-- Ethical Statements and Download -->
<p><a href="https://docs.google.com/document/d/1otJVgnC1ihbNn2hhgbKxBu37lfRiYePz/edit" target="_blank" rel="noopener"> <img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvxlz_u6ao4CXaPOVx9p-8O6ORs9kbavZGSixwrVtkChc-gWn_XoKb13Kq1h6ZMqKGOkr1Lc9z-mLBVcDUkDRvl8EHCr0a5514eSr8f2L2AzRSiEJII2GH0RlhW2Wpr0TSOgwfNwEQcPxo-WM1KodFiqvukjkHxthKteKpOcDlxI93XJkaXVuUO3ri/s1600/ethical%20statements%20logo.png" alt="Ethical Statements" width="200" /> </a></p>
<p><a href="https://ejournal.uinsalatiga.ac.id/index.php/jopr/dunlutzpageguyz" target="_blank" rel="noopener"> <img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIfF9rn3EO8NqbZdHYVEs15RSzKISsEzfBy6h_gvBi6IpxhX-VWVWyF6PYU4DQMr6JPwvof_CuGGGQ5IRweDGZqYocfq-sm1zzagpo3Y6rEEAwsT8J1PjzSFCH-Io2Tb-Klhcif5ZsaAL8MtK2CnG6DkXor8yHj6jhq0eS4pgeFaJnEXDbwrLvHesa8l2q/s1600/150pikseldownload.png" alt="Download Page" width="200" /> </a></p>
<!-- Scopus Citedness -->
<p><strong>Scopus Citedness</strong></p>
<p><a href="https://www.scopus.com/results/results.uri?sort=plf-f&src=dm&st1=Journal+of+Pragmatics+Research&sid=f0d5ce1a0e8de04bfa20c8ba4aea9206&sot=b&sdt=cl&sl=45&s=TITLE-ABS-KEY%28Journal+of+Pragmatics+Research%29&origin=resultslist&editSaveSearch=&sessionSearchId=f0d5ce1a0e8de04bfa20c8ba4aea9206&limit=10&cluster=scoexactsrctitle%2C%22Journal+Of+Pragmatics+Research%22%2Ct" target="_blank" rel="noopener"> <img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik6EtNfMSAYhqO6JDEDBWCY0yLklGlRVgo09QEUQR-R1UC1Y9pXToiNsTrESetbViD8jguTotydTRpAqnxEwoq08wAX8uS3O16oYlsx478BCQ_7c5mGK95wXc9WFuPM3Xs75EGfMFKoiIHKgqCg45kIG2AT-pk_FwIjr6pQ4OQRRKxAEoZQamQYLhqWA/s1600-rw/150pixel%20citedness%20in%20scopus.png" alt="Scopus Citedness" width="200" /> </a></p>








