Ya. Saya cek kembali Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026 beserta Kepdirjen No. 374/DST/D.D1/HM.01.01/2026, lalu membandingkannya dengan pedoman lama Kepdirjen No. 134/E/KPT/2021. Dokumen yang Anda unggah juga menegaskan bahwa Kepdirjen 374/2026 mencabut dan menyatakan tidak berlaku Kepdirjen 134/E/KPT/2021.
Catatan penting: secara hukum, aturan menteri yang lama yang dicabut adalah Permenristekdikti No. 9 Tahun 2018, sedangkan dokumen teknis 2021 adalah Kepdirjen No. 134/E/KPT/2021. Jadi, kalau kita mengatakan “aturan 2021”, yang paling tepat untuk dibandingkan dengan Juknis 2026 adalah Kepdirjen 134/2021. (Peraturan BPK)
Berikut listing perubahan/keputusan baru yang paling penting:
Perubahan utama 2026 dibanding 2021
Peringkat akreditasi dipangkas dari 6 menjadi 4 peringkat.
2021: SINTA 1, 2, 3, 4, 5, 6.
2026: hanya Peringkat 1, 2, 3, dan 4.
Nilai di bawah batas minimal dinyatakan tidak terakreditasi. (Scribd)
Batas nilai setiap peringkat berubah.
2021:
Peringkat 1: 85–100
Peringkat 2: 70–<85
Peringkat 3: 60–<70
Peringkat 4: 50–<60
Peringkat 5: 40–<50
Peringkat 6: 30–<40.
2026:
Peringkat 1: 90–100
Peringkat 2: 80–<90
Peringkat 3: 70–<80
Peringkat 4: 60–<70
<60: tidak terakreditasi. (Scribd)
Jurnal SINTA 5 dan SINTA 6 tidak lagi menjadi peringkat akreditasi baru.
Namun, jurnal yang sudah memiliki SINTA 5/6 tidak otomatis kehilangan statusnya; ketentuan peralihan mempertahankan akreditasi lama sampai masa berlakunya berakhir. (International Journal Labs)





