15 Poin-Poin Penting Transformasi Kebijakan Akreditasi Jurnal Ilmiah Online (Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026)

 15 Poin-Poin Penting Transformasi Kebijakan Akreditasi Jurnal Ilmiah Online (Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026)

 1. Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 menggantikan regulasi lama tentang akreditasi jurnal ilmiah.  Regulasi baru bertujuan meningkatkan mutu, transparansi, integritas, dan daya saing jurnal Indonesia. Akreditasi tidak lagi berfokus pada administrasi, tetapi pada kualitas tata kelola jurnal secara menyeluruh.

2. Orisinalitas artikel menjadi syarat utama dalam proses publikasi ilmiah.

3. Setiap artikel wajib bebas dari plagiarisme dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

4. Pengelola jurnal wajib melakukan pemeriksaan kemiripan (similarity check) sebelum proses review.

5. Etika publikasi diperluas mencakup larangan fabrikasi, falsifikasi, duplikasi, dan plagiarisme.

. Jurnal harus memiliki kebijakan etik publikasi yang terdokumentasi dengan jelas. Mekanisme penanganan pelanggaran etik wajib dilakukan secara transparan.  Penulis harus mengikuti template, struktur artikel, dan gaya sitasi jurnal secara konsisten.  Kepatuhan terhadap jadwal editorial menjadi bagian dari profesionalisme penulis.  Penulis diharapkan responsif terhadap proses revisi dan komunikasi editorial.

6. Regulasi baru mendorong transparansi data penelitian dan sumber pendanaan.  Pendekatan Open Science mulai diintegrasikan dalam pengelolaan jurnal. 

7. Perlindungan hak cipta dan lisensi publikasi mendapat perhatian lebih besar. Penulis wajib memahami kebijakan lisensi sebelum artikel diterbitkan.

8.  Pengelola jurnal harus memenuhi seluruh kriteria akreditasi sesuai regulasi terbaru. 

9.  Penilaian kini mengintegrasikan kualitas manajemen, editorial, transparansi, dan inovasi.

10.  Editor dan reviewer wajib memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan.  Dewan editor dan reviewer harus berasal dari berbagai institusi, termasuk luar institusi penerbit.  Seluruh proses editorial wajib dikelola secara elektronik melalui OJS atau platform sejenis. Proses submit, review, revisi, hingga publikasi harus terdokumentasi secara digital. Ketepatan waktu penerbitan menjadi indikator utama profesionalisme jurnal.  Setiap jurnal wajib memiliki E-ISSN.  Setiap artikel wajib memiliki Digital Object Identifier (DOI). DOI memperkuat identitas digital dan meningkatkan peluang indeksasi internasional. Pengelola jurnal wajib menerapkan pemeriksaan plagiarisme secara sistematis.  

11. Pengaduan etik harus ditangani secara adil, terbuka, dan terdokumentasi.  Regulasi baru mewajibkan peningkatan mutu jurnal secara berkelanjutan (continuous quality improvement).

12. Evaluasi dan inovasi jurnal harus dilakukan secara rutin, bukan hanya menjelang akreditasi.

13.. Sistem akreditasi disederhanakan menjadi empat peringkat, yaitu SINTA 1–4.

Rentang nilai SINTA 1 adalah 90–100.

Rentang nilai SINTA 2 adalah 80–89.

Rentang nilai SINTA 3 adalah 70–79.

Rentang nilai SINTA 4 adalah 60–69.

14. Penilaian akreditasi dilakukan melalui verifikasi, penilaian substansi, dan penilaian manajemen.  Jurnal yang gagal verifikasi dapat mengajukan kembali setelah melakukan perbaikan. Jurnal yang gagal penilaian substansi dapat mengajukan kembali setelah tiga tahun. Jurnal yang gagal penilaian manajemen dapat mengajukan kembali setelah dua tahun.

15. Regulasi baru menggeser paradigma akreditasi dari administratif menuju tata kelola jurnal yang profesional.  Penulis dituntut mematuhi etika, keterbukaan data, dan hak cipta. Pengelola jurnal dituntut membangun sistem editorial digital yang transparan dan akuntabel. Kebijakan baru diharapkan meningkatkan kualitas dan daya saing jurnal ilmiah Indonesia di tingkat internasional.

Transborders: International Relations Journal

 


Transformasi Kebijakan Akreditasi Jurnal Ilmiah Online di Indonesia



Transformasi Kebijakan Akreditasi Jurnal Ilmiah Online di Indonesia: Perbandingan Peraturan Lama dan Kebijakan Baru Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026

Perkembangan publikasi ilmiah di Indonesia mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Digitalisasi pengelolaan jurnal melalui Open Journal Systems (OJS), meningkatnya tuntutan kualitas publikasi internasional, serta kebutuhan akan transparansi proses editorial mendorong pemerintah melakukan pembaruan regulasi mengenai akreditasi jurnal ilmiah. Perubahan tersebut diwujudkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah, yang menggantikan berbagai pedoman sebelumnya. Kebijakan baru ini hadir untuk meningkatkan mutu, relevansi, transparansi, serta daya saing jurnal ilmiah Indonesia pada tingkat nasional maupun internasional. Melalui regulasi baru tersebut, pemerintah tidak hanya mengatur mekanisme penilaian akreditasi, tetapi juga memberikan rambu-rambu yang lebih jelas bagi penulis maupun pengelola jurnal agar seluruh proses penerbitan berjalan sesuai standar ilmiah modern.

Pada regulasi sebelumnya, fokus utama akreditasi lebih banyak diarahkan pada pemenuhan aspek administratif dan kelengkapan pengelolaan jurnal. Penilaian memang telah memperhatikan kualitas substansi artikel dan manajemen penerbitan, tetapi belum memberikan penekanan yang kuat terhadap integritas akademik, tata kelola elektronik secara menyeluruh, serta identitas internasional jurnal. Dalam praktiknya, banyak jurnal telah menggunakan sistem daring, namun standar operasional, dokumentasi editorial, keterbukaan data, dan evaluasi mutu belum sepenuhnya menjadi bagian utama dari indikator penilaian. Regulasi lama juga cenderung menempatkan proses akreditasi sebagai kegiatan evaluasi berkala tanpa mendorong budaya peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

Salah satu perubahan mendasar dalam kebijakan baru adalah penegasan mengenai orisinalitas karya ilmiah. Apabila pada regulasi sebelumnya aspek orisinalitas hanya menjadi salah satu syarat umum publikasi, Permendiktisaintek Nomor 9 Tahun 2026 menempatkan keaslian artikel sebagai prinsip utama yang harus dipenuhi oleh setiap penulis. Setiap artikel wajib merupakan karya asli, belum pernah dipublikasikan, serta bebas dari segala bentuk plagiarisme. Dengan demikian, pengelola jurnal dituntut menerapkan pemeriksaan kemiripan naskah secara sistematis sebelum artikel memasuki proses review maupun diterbitkan.

Perubahan berikutnya terlihat pada penguatan etika publikasi ilmiah. Pada kebijakan lama, etika publikasi lebih banyak diwujudkan dalam bentuk pernyataan etik penulis dan reviewer. Regulasi baru memperluas ruang lingkupnya dengan menegaskan larangan terhadap fabrikasi data, falsifikasi hasil penelitian, duplikasi publikasi, serta plagiarisme. Penulis diwajibkan mencantumkan sitasi secara benar dan lengkap, sedangkan pengelola jurnal harus memiliki kebijakan etik yang terdokumentasi serta mekanisme penanganan pelanggaran etik secara transparan. Hal ini menunjukkan bahwa integritas akademik kini menjadi indikator penting dalam penilaian akreditasi.

list editor jopr

<div id="journal-team">
<div class="section">
<h3 style="text-align: justify;"><span style="font-size: 14px;">Editor-in-Chief</span></h3>
<div class="card" style="text-align: justify;">
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com.my/citations?user=RBh1K5cAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Professor Jumanto Jumanto</a>, SCOPUS ID: <a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57200086067" target="_blank" rel="noopener">57200086067</a>, Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, Indonesia. President of <a href="https://www.inapra.org/2025/10/the-profile-of-prof-dr-drs-jumanto-mpd.html" target="_blank" rel="noopener">Ina-PrA</a> (Indonesian Pragmatics Association), 2022–2027.</div>
</div>
<div class="card" style="text-align: justify;">
<div class="title"><strong>Managing Editor</strong></div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&amp;authuser=2&amp;user=f0_UT9kAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Dr. Faizal Risdianto</a>, SCOPUS ID: <a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57213518975" target="_blank" rel="noopener">57213518975</a>, Web of Science ID: <a href="https://www.webofscience.com/wos/author/record/353004" target="_blank" rel="noopener">AAN-5614-2020</a>, Universitas Islam Negeri Salatiga, Indonesia. General Secretary of <a href="https://www.inapra.org/p/inapra-steering-committee.html" target="_blank" rel="noopener">Ina-PrA</a>, 2022–2027.</div>
</div>
</div>
<div class="section" style="text-align: justify;">
<h4>Editorial Board</h4>
<div class="card">
<div class="member"><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57211395994" target="_blank" rel="noopener">Saira Kazmi, Ph.D.</a>, SCOPUS ID: 57211395994, Quaid-i-Azam University, Islamabad, Pakistan.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=lQh-tNkAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Dr. Ehsan Namaziandost</a>, SCOPUS ID: 57204110674, Islamic Azad University of Ahvaz, Iran.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com.my/citations?hl=en&amp;user=gcnT8C0AAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Professor Akin Odebunmi, Ph.D.</a>, SCOPUS ID: 13807870500, University of Ibadan, Nigeria.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com.my/citations?hl=en&amp;user=labcKSwAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Mohammad Hossein Keshavarz</a>, SCOPUS ID: 57224484190, Girne American University, North Cyprus, Turkey.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=SOTQJkwAAAAJ&amp;sortby=pubdate" target="_blank" rel="noopener">Prof. Dr. R. Kunjana Rahardi</a>, SCOPUS ID: 57211394211, Sanata Dharma University, Yogyakarta, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://www.researchgate.net/profile/Hanafi-Hanafi" target="_blank" rel="noopener">Hanafi, S.S., M.App.Ling, PhD</a>, Universitas Andalas, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=k_czY48AAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Dr. Ziyaul Haq., M.Hum</a>. Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=8DukS-YAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Lisda Nurjaleka, M.Pd., M.A.</a>, Universitas Negeri Semarang, Indonesia.</div>
<div class="member">Muhammad Rijal Fadli, SCOPUS ID: 57222577665, Universitas Esa Unggul, Indonesia.</div>
<div class="member">Papiso Irene Brown, Limkokwing University of Creative Technology, Lesotho, Africa.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?view_op=list_works&amp;user=fe2xCOgAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Metria Dicky Putra</a>, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://www.researchgate.net/profile/Rismiyanto-Rismiyanto" target="_blank" rel="noopener">Dr. Rismiyanto</a>, Universitas Muria Kudus, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=Ip_esqAAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Dr. Ratna Prasasti Suminar</a>, Universitas Swadaya Gunung Jati, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=ghG9gK8AAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">Dr. Siti Maria Ulfa</a>, STKIP PGRI Bangkalan, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=Qyu12kcAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Justus Chidi Ugwu</a>, Enugu State University of Science and Technology, Nigeria.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=GX9dnEwAAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">Wahyu Joko Saputra</a>, Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://www.kent.edu/ehhs/tlcs/profile/scott-courtney-phd" target="_blank" rel="noopener">Scott Courtney, Ph.D.</a>, Kent State University, Ohio, United States.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=OTeEyLkAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Dr. Yohannes Telaumbanua</a>, Politeknik Negeri Padang, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=57200991886" target="_blank" rel="noopener">Prof. Dr. Indrya Mulyaningsih</a>, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=xJ4EtP4AAAAJ&amp;hl=id" target="_blank" rel="noopener">Dian Fadhilawati, M.Pd.</a>, Universitas Islam Balitar, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&amp;user=AfGrzWYAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Rahmad Risan</a>, Universitas Negeri Makassar, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=q7FuH_4AAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener">Dr. Bayu Aryanto</a>, Universitas Dian Nuswantoro, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=en&amp;user=vMtH_CwAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Susanto Susanto, Ph.D.</a>, Bandar Lampung University, Indonesia.</div>
<div class="member"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=BtG-t9YAAAAJ&amp;hl=id">Retno Dwi Susanti</a>,  Universitas Terbuka &amp; Universitas Satu Nusa Lampung, Indonesia.</div>
</div>
</div>
<div class="section">
<h4 style="text-align: justify;">Graphic Design Editor</h4>
<div class="card">
<div class="member" style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=lFXg1nkAAAAJ" target="_blank" rel="noopener">Sigied Himawan Yudhanto</a>, Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia.</div>
</div>
</div>
</div>

new side bar JOPR

 <!-- Article Template -->

<p><a href="https://docs.google.com/document/d/1Ko7RdKm23SiwJcj8XuHPY0t3Ff5d4pwg/edit" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9XrlMVqCw-opJrN2SNvAKih9b4L5ro-fBzQ9pRd75MLibeWJl92A_wlTiOUzhUFl3bbLDkhEhURI3BF7rCZ5J5kmKQEA1RlPaueSSt8c0PlkI2_GwuNLACko1UNb2cQZwrQt1qoGNkVf0Zik6onxRoZPAMeTAOg0UjSHClJMo4NXcp68axB4m7YMQL4w/s1600-rw/eng-template200px.png" alt="" /></a><br /><a href="https://docs.google.com/document/d/1buCih2BjIPYtJTW5CHeAed2A9ZSxs7g3/edit?usp=sharing&amp;ouid=114000742223423553730&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGnt-a006A9JSiLEt9L4it4z0LY9SNuqC4VW0hsHNcukLfP13no6mvXgvYB89U2bNfoD0tPFMbD9FyHEkMPhHh8vSmxxJ7LeknbgPRrpJN56fLYaIjtVLrcSm57JlwYwG4KZ7u94vCridwyq4UVb3-woPTG0-4gBfmJ8SnqGyF2XqhjybVO10eH3LR0mQ/s1600-rw/indo-template200px.png" alt="" /></a></p>

<!-- Ethical Statements and Download -->

<p><a href="https://docs.google.com/document/d/1otJVgnC1ihbNn2hhgbKxBu37lfRiYePz/edit" target="_blank" rel="noopener"> <img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvxlz_u6ao4CXaPOVx9p-8O6ORs9kbavZGSixwrVtkChc-gWn_XoKb13Kq1h6ZMqKGOkr1Lc9z-mLBVcDUkDRvl8EHCr0a5514eSr8f2L2AzRSiEJII2GH0RlhW2Wpr0TSOgwfNwEQcPxo-WM1KodFiqvukjkHxthKteKpOcDlxI93XJkaXVuUO3ri/s1600/ethical%20statements%20logo.png" alt="Ethical Statements" width="200" /> </a></p>

<p><a href="https://ejournal.uinsalatiga.ac.id/index.php/jopr/dunlutzpageguyz" target="_blank" rel="noopener"> <img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIfF9rn3EO8NqbZdHYVEs15RSzKISsEzfBy6h_gvBi6IpxhX-VWVWyF6PYU4DQMr6JPwvof_CuGGGQ5IRweDGZqYocfq-sm1zzagpo3Y6rEEAwsT8J1PjzSFCH-Io2Tb-Klhcif5ZsaAL8MtK2CnG6DkXor8yHj6jhq0eS4pgeFaJnEXDbwrLvHesa8l2q/s1600/150pikseldownload.png" alt="Download Page" width="200" /> </a></p>

<!-- Scopus Citedness -->

<p><strong>Scopus Citedness</strong></p>

<p><a href="https://www.scopus.com/results/results.uri?sort=plf-f&amp;src=dm&amp;st1=Journal+of+Pragmatics+Research&amp;sid=f0d5ce1a0e8de04bfa20c8ba4aea9206&amp;sot=b&amp;sdt=cl&amp;sl=45&amp;s=TITLE-ABS-KEY%28Journal+of+Pragmatics+Research%29&amp;origin=resultslist&amp;editSaveSearch=&amp;sessionSearchId=f0d5ce1a0e8de04bfa20c8ba4aea9206&amp;limit=10&amp;cluster=scoexactsrctitle%2C%22Journal+Of+Pragmatics+Research%22%2Ct" target="_blank" rel="noopener"> <img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEik6EtNfMSAYhqO6JDEDBWCY0yLklGlRVgo09QEUQR-R1UC1Y9pXToiNsTrESetbViD8jguTotydTRpAqnxEwoq08wAX8uS3O16oYlsx478BCQ_7c5mGK95wXc9WFuPM3Xs75EGfMFKoiIHKgqCg45kIG2AT-pk_FwIjr6pQ4OQRRKxAEoZQamQYLhqWA/s1600-rw/150pixel%20citedness%20in%20scopus.png" alt="Scopus Citedness" width="200" /> </a></p>