“Jurnal Kapal Perang vs. Jurnal Kapal Dagang”?

 “Jurnal Kapal Perang vs. Jurnal Kapal Dagang”?


Pernah ada sebuah diskusi menarik di kalangan pengelola jurnal dengan tema “Jurnal Kapal Perang vs. Jurnal Kapal Dagang”. Dua istilah ini sejatinya hanyalah metafora untuk menggambarkan dua corak pengelolaan jurnal yang berbeda dalam dunia publikasi ilmiah.

Pertama, tipe “Kapal Perang”. Istilah ini kami gunakan untuk menggambarkan pengelola jurnal yang sangat idealis—yang di lingkungan PTKIN bahkan mulai dikenal dengan sebutan “Jihadis Jurnal”. Mereka berjuang sepenuh tenaga, mencurahkan waktu, pikiran, bahkan materi, demi keberlangsungan jurnal, tanpa terlalu memikirkan imbalan finansial. Semangat mereka adalah ikhlas lillāhi ta‘ālā, berharap ridha Allah semata.

Namun, dalam realitanya, tidak sedikit dari “pejuang kapal perang” ini yang merasa kurang diapresiasi. Mereka sering kali terabaikan, bahkan terpinggirkan, tetapi di saat yang sama tetap dibutuhkan oleh institusi. Di sinilah letak ujian keikhlasan—apakah tetap istiqamah dalam kebaikan meski minim pengakuan.

Secara umum, tipe ini banyak kita jumpai di jurnal-jurnal kampus, baik negeri maupun swasta. Sebagian besar tidak memungut biaya publikasi (free APC), dan jika pun ada, biayanya relatif terjangkau, berkisar antara 30 hingga 300 USD tergantung pada peringkat SINTA. Semakin tinggi levelnya, biasanya semakin besar biayanya. Meski demikian, biaya tersebut masih tergolong “ringan” jika dibandingkan dengan tipe berikutnya.

Kedua, tipe “Kapal Dagang”. Ini merujuk pada jurnal-jurnal yang dikelola oleh penerbit besar berskala internasional seperti Elsevier, Emerald, Springer, dan lainnya. Karena berbasis perusahaan, prinsip yang dipegang bukan semata idealisme, tetapi juga keberlanjutan bisnis dan profesionalitas layanan.

Dalam skema ini, penulis tetap memiliki pilihan. Jika ingin publikasi gratis, bisa memilih jalur closed access, namun konsekuensinya adalah proses review yang panjang dan ketat—bisa memakan waktu 6 bulan hingga lebih dari satu tahun, dengan revisi yang berulang. Dibutuhkan kesabaran, ketekunan, dan mental yang kuat. Sementara itu, tuntutan publikasi—terutama bagi mahasiswa S3—sering kali berpacu dengan waktu.

Bagi yang menginginkan proses lebih cepat, tersedia opsi open access, namun dengan biaya yang tidak sedikit, mulai dari 500 USD hingga ribuan USD. Bahkan, ada kisah seorang doktor yang hendak meraih gelar profesor, diminta membayar sekitar 1.000 Euro hanya untuk proses editing naskah. Jika dikonversi, jumlah tersebut mencapai sekitar 16 juta rupiah—dan itu belum termasuk biaya proofreading. Ada pula penulis Indonesia yang harus membayar hingga 25 juta rupiah untuk publikasi di jurnal bereputasi internasional.

Lalu bagaimana dengan jurnal di Indonesia? Selain yang dikelola kampus, ada juga jurnal yang dikelola oleh lembaga non-kampus seperti CV atau LSM. Sebagian di antaranya lahir dari semangat kemandirian—bahkan bisa jadi dari pengalaman kurangnya perhatian institusi—serta melihat peluang dalam dunia publikasi ilmiah. Mereka membangun “kapal dagang” versi sendiri, namun umumnya masih dalam batas kewajaran biaya.

Perlu kita pahami, pengelolaan jurnal non-kampus tentu membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit: domain, hosting, pengelolaan sistem, langganan DOI, Turnitin/iThenticate, Grammarly, dan lain sebagainya. Semua itu adalah bagian dari ikhtiar menjaga kualitas dan profesionalitas publikasi.

Akhirnya, baik “kapal perang” maupun “kapal dagang”, keduanya memiliki peran dan tempat masing-masing. Pilihan kembali kepada penulis, sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan publikasinya. Yang terpenting adalah tetap berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam jurnal predator atau penerbit yang meragukan.

Semoga setiap ikhtiar kita dalam dunia publikasi ilmiah ini menjadi bagian dari amal jariyah, yang tidak hanya berdampak di dunia akademik, tetapi juga bernilai pahala di sisi Allah SWT.

logo lp2m dan screnshoot SBM 2026

 





Masalah pembiayaan jurnal publikasi kampus di Indonesia

 Masalah pembiayaan jurnal publikasi kampus di Indonesia merupakan isu yang kompleks karena berkaitan erat dengan tata kelola institusi, kebijakan pendidikan tinggi, serta dinamika ekosistem publikasi ilmiah. Sebagian besar jurnal masih sangat bergantung pada dana internal perguruan tinggi, baik dari universitas maupun fakultas. Keterbatasan anggaran serta prioritas institusi yang sering lebih difokuskan pada aspek lain seperti operasional dan akreditasi menyebabkan jurnal kerap berada pada posisi yang rentan. Ketika terjadi efisiensi atau pemotongan anggaran, keberlangsungan jurnal menjadi salah satu sektor yang paling terdampak, sehingga stabilitas penerbitan tidak selalu terjamin.

Di sisi lain, penerapan model Article Processing Charge (APC) belum berjalan secara optimal dan konsisten. Meskipun APC menjadi salah satu solusi untuk menopang pembiayaan jurnal, tidak semua penulis memiliki kemampuan finansial untuk membayar biaya publikasi tersebut, terutama bagi mahasiswa atau dosen dari daerah dengan keterbatasan akses pendanaan. Selain itu, masih terdapat stigma negatif terhadap jurnal berbayar yang sering diasosiasikan dengan praktik jurnal predator, terutama jika tidak dikelola secara transparan. Kondisi ini menimbulkan dilema antara menjaga prinsip akses terbuka (open access) dan memastikan keberlanjutan finansial jurnal.

Permasalahan lain yang cukup signifikan adalah minimnya diversifikasi sumber pendanaan. Jurnal kampus di Indonesia umumnya belum mampu memanfaatkan peluang pendanaan alternatif seperti kerja sama dengan industri, hibah internasional, atau kolaborasi dengan penerbit profesional seperti Elsevier dan Springer Nature. Akibatnya, jurnal lokal cenderung sulit berkembang dan bersaing di tingkat global. Selain itu, terdapat kecenderungan untuk meremehkan biaya operasional jurnal digital, padahal komponen seperti DOI melalui Crossref, layanan hosting, proofreading, hingga pengelolaan sistem seperti Open Journal Systems memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Keterbatasan insentif bagi pengelola jurnal juga menjadi tantangan serius. Editor dan reviewer sering kali bekerja tanpa kompensasi yang memadai dan hanya menjalankan tugas tambahan di luar beban utama sebagai dosen. Hal ini berdampak pada kualitas proses editorial, lamanya waktu review, serta tingginya pergantian tim pengelola. Di sisi lain, tuntutan untuk mencapai akreditasi dan indeksasi pada platform seperti SINTA dan Scopus semakin meningkat, yang memerlukan investasi besar dalam peningkatan kualitas artikel, internasionalisasi, serta standarisasi digital. Sayangnya, aspek tata kelola keuangan jurnal juga sering belum transparan dan belum dikelola secara profesional, sehingga berpotensi menurunkan kepercayaan penulis dan pemangku kepentingan.

Secara keseluruhan, pembiayaan jurnal kampus di Indonesia masih menghadapi tantangan struktural yang meliputi ketergantungan pada satu sumber dana, kurangnya strategi keberlanjutan, serta tingginya tuntutan kualitas global yang tidak diimbangi dengan dukungan finansial yang memadai. Ketimpangan antar perguruan tinggi juga memperparah situasi, di mana kampus besar memiliki sumber daya lebih kuat dibandingkan kampus kecil atau daerah. Ditambah dengan tekanan publikasi bagi dosen yang tidak selalu diiringi dukungan biaya, serta rendahnya literasi manajemen jurnal berkelanjutan, menyebabkan banyak jurnal berjalan tanpa perencanaan finansial jangka panjang yang jelas.

contoh html side bar di OJS 3

 <table style="width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: Arial, sans-serif;">

<tbody><!-- About the Journal (Highlighted) -->

<tr>

<td style="background-color: #ffce00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/about" target="_blank" rel="noopener"> <strong>About the Journal</strong> </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/focusnscope" target="_blank" rel="noopener"> Focus and Scope </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/about/editorialHistory" target="_blank" rel="noopener"> Editorial Team </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://journal.uinsi.ac.id/index.php/mazahib/reviewers" target="_blank" rel="noopener"> Peer Reviewers </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/pubfrequency" target="_blank" rel="noopener"> Publication Frequency </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/pubethics" target="_blank" rel="noopener"> Publication Ethics </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/about/submissions"> Online Submission </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/gfa" target="_blank" rel="noopener"> Author Guidelines </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://docs.google.com/document/d/1q_N44GC6hNHJ3doFeuoV2_R3zT0Dgr08/edit" target="_blank" rel="noopener"> Article Template </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/peerreviewprocess" target="_blank" rel="noopener"> Peer Review Process </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/archiving" target="_blank" rel="noopener"> Archiving Policy </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/plagiarism" target="_blank" rel="noopener"> Plagiarism Policy </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/copyright" target="_blank" rel="noopener"> Copyright Notice </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://journal.uinsi.ac.id/index.php/mazahib/indexingandabstracting" target="_blank" rel="noopener"> Indexing and Abstracting </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/oa"> Open Access Policy </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00; border-bottom: 1px solid #7A5A00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/authorfees"> Publication Fee </a></td>

</tr>

<tr>

<td style="background-color: #ba8b00;"><a style="display: block; padding: 12px; color: #000; text-decoration: none; text-align: center;" href="https://ejournal.karyariset.id/krpi/index.php/milrev/about/contact" target="_blank" rel="noopener"> Contact </a></td>

</tr>

</tbody>

</table>