Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah 2026

 Berdasarkan dokumen Petunjuk Teknis Akreditasi Jurnal Ilmiah, berikut adalah rincian skor maksimal serta kriteria ideal dari masing-masing kelompok utama (Poin A sampai H) yang jika dijumlahkan secara keseluruhan totalnya adalah 100 poin (terdiri dari 46 poin Tata Kelola dan 54 poin Mutu Artikel, di luar potensi pengurangan dari disinsentif):

Poin A: Konsistensi Identitas Jurnal Ilmiah

  • Skor Maksimal: 2

  • Kriteria Ideal:

    • Menggunakan nama jurnal yang unik, spesifik (mencerminkan super spesialisasi atau spesialisasi disiplin ilmu tertentu), tidak mengandung nama institusi lokal yang berlebihan, serta identitas nama jurnal terbukti sangat konsisten di laman jurnal, metadata artikel, maupun pada judul sirahan (running title/header) di file galley PDF.

Poin B: Tata Kelola Jurnal Ilmiah dan Keberagaman Mitra Bestari/Editor/Penulis

  • Skor Maksimal: 22 (dengan perincian 5 sub-unsur)

    • B.1 Komposisi, Rekam Jejak, & Keberagaman Mitra Bestari (Skor maks: 6): Melibatkan secara aktif Mitra Bestari/peer-reviewer berrekam jejak publikasi internasional (3 tahun terakhir) yang berasal dari minimal 5 negara berbeda, dengan jumlah penelaah minimal 3 orang per naskah serta disertai bukti telaah yang valid.

    • B.2 Mutu Penyuntingan Substansi oleh Mitra Bestari (Skor maks: 4): Mitra bestari memberikan catatan dan saran perbaikan yang sangat ketat, substantif, serta signifikan untuk menjaga mutu isi artikel (bukan sekadar memperbaiki tata bahasa/tata letak).

    • B.3 Pelibatan, Komposisi, & Keberagaman Tim Editor (Skor maks: 5): Melibatkan secara aktif Tim Editor yang memiliki rekam jejak publikasi internasional (3 tahun terakhir) dan berasal dari 5 atau lebih negara, lengkap dengan bukti aktivitas pengelolaannya.

    • B.4 Keberagaman Asal Penulis (Skor maks: 6): Asal instansi/negara penulis artikel per nomor terbitan (dalam 3 tahun terakhir) sangat beragam, berasal dari 5 negara atau lebih.

    • B.5 Pengelolaan Artikel Jurnal Ilmiah (Skor maks: 1): Seluruh proses pengelolaan dan penyuntingan artikel dilakukan secara penuh melalui sistem manajemen jurnal daring (e-journal system berstandar metadata seperti OJS).

Poin C: Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah

  • Skor Maksimal: 7 (dengan perincian 4 sub-unsur)

3 Cara Mencari Editor dan Reviewer Dalam dan Luar Negeri untuk Jurnal

 *3 Cara Mencari Editor dan Reviewer Dalam dan Luar Negeri untuk Jurnal*

1. *Mencari Penulis Terkemuka di ScienceDirect*

Cari penulis teratas (top author) di bidang yang sesuai dengan cakupan jurnal Anda melalui www.sciencedirect.com. Temukan alamat pos el (email) mereka, lalu kirimkan surat permohonan kesediaan menjadi mitra bebestari (reviewer).

2. *Memanfaatkan Daftar Editor & Reviewer Jurnal Terindeks*

Cari jurnal yang telah terindeks Scopus, Sinta 1, atau Sinta 2. Cermat daftar mitra bebestari (reviewer) atau dewan redaksi mereka, dapatkan alamat pos elnya, lalu kirimkan permohonan yang sama seperti pada poin pertama.

3. *Membuka Perekrutan Terbuka (Open Recruitment)*

Buat pengumuman panggilan terbuka (call for editors and reviewers), seperti pada contoh ini: https://jolcc.org/index.php/jolcc/announcement/view/4. Siapkan Formulir Google (Google Form) terlebih dahulu sebelum memublikasikan pengumuman tersebut, lalu bagikan ke media sosial yang menjangkau komunitas internasional, seperti grup Facebook, WA, Telegram dst: group of writers or PhD Scholar.

10 perubahan yang paling “revolusioner” di **Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026* tentang akreditasi jurnal nasional

 10 perubahan yang paling “revolusioner” di **Permendiktisaintek No. 9 Tahun 2026* tentang akreditasi jurnal nasional

1. SINTA 1–6 → hanya SINTA 1–4 untuk akreditasi baru.

2. Passing grade naik: P1 ≥90, P2 ≥80, P3 ≥70, P4 ≥60.

3. Mutu artikel menjadi bobot terbesar: 54%.

4. Tata kelola menjadi 46%.

5. DOI wajib aktif pada setiap artikel.

6. Etika publikasi dan integritas ilmiah diperketat secara signifikan.

7. Fabrikasi, falsifikasi, authorship, konflik kepentingan, manipulasi sitasi/metadata dan LoA palsu secara eksplisit diawasi.

8. Ada monitoring pasca-akreditasi.

9. Peringkat dapat diturunkan, dibekukan, atau dicabut.

10. Akreditasi berubah dari sekadar “mendapatkan status” menjadi sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.

9 Langkah Pembuatan OJS Jurnal Baru dari Nol hingga Terakreditasi Nasional dan Terindeks Internasional

 

9 Langkah Pembuatan OJS Jurnal Baru dari Nol hingga Terakreditasi Nasional dan Terindeks Internasional

Berikut adalah roadmap singkat perjalanan membangun dan mengembangkan jurnal ilmiah dari nol hingga mencapai akreditasi nasional dan internasionalisasi.

1. Menentukan Nama dan Fokus Jurnal

Langkah awal yang sangat penting adalah menentukan nama jurnal serta focus and scope (fokus dan cakupan) jurnal.

Nama jurnal sebaiknya spesifik dan mencerminkan bidang keilmuan yang menjadi fokus utama. Contohnya adalah Indonesian Journal of Islamic Communication atau Journal of English Language Teaching.

Hindari penggunaan nama “International Journal of...” apabila jurnal belum memiliki karakteristik dan jejaring internasional yang memadai. Untuk jurnal baru, sebaiknya gunakan nama yang mencerminkan cakupan nasional terlebih dahulu, kecuali jurnal tersebut memiliki karakteristik seperti:

  • seluruh atau mayoritas artikel menggunakan bahasa Inggris;
  • sebagian besar editor dan reviewer berasal dari minimal tiga negara berbeda; dan
  • jurnal memiliki cakupan keilmuan global serta jejaring internasional yang nyata.

2. Menentukan Penerbit (Publisher)

Publisher adalah badan atau institusi yang bertanggung jawab atas penerbitan jurnal. Penerbit dapat berupa institusi pendidikan, seperti perguruan tinggi, maupun lembaga nonperguruan tinggi, seperti CV, PT, yayasan, atau organisasi lainnya.

Untuk aspek legalitas dan profesionalitas, penerbit nonperguruan tinggi sebaiknya memiliki badan hukum yang jelas, misalnya CV atau PT, sebelum menerbitkan jurnal secara resmi.

3. Membentuk Tim Pengelola Jurnal

Pengelolaan jurnal membutuhkan setidaknya dua kelompok utama, yaitu tim editorial dan tim teknis/IT.

Tim editorial dapat terdiri atas Editor-in-Chief, Managing Editor, Section Editors, Copy Editors, Proofreaders, dan Reviewers/Mitra Bestari. Sementara itu, tim teknis/IT bertugas mengelola sistem OJS (Open Journal Systems), memelihara situs web, mengunggah artikel, mengatur metadata, serta menangani berbagai kebutuhan teknis lainnya.

Seluruh pengelola jurnal perlu memahami prinsip etika publikasi ilmiah, proses peer review, dan tata kelola jurnal yang baik.

Tutorial pengelolaan jurnal dari proses submission hingga publication dapat dilihat di:
Tutorial Pengelolaan Jurnal dari Submit hingga Publish

4. Membuat Website Jurnal Berbasis OJS

JURNAL VOKAL & DIFTONG JURNAL UNIV TERBUKA JAKARTA

VOKAL: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia 

https://share.google/XScQ6DCDm2L5zhagQ

 Diftong : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

  https://share.google/4krlQcIEpCzl9Gx0H