Preprint adalah naskah ilmiah yang dibagikan secara online sebelum melalui proses peer review atau sebelum memperoleh keputusan accepted dari jurnal. Tujuannya agar hasil penelitian dapat dibaca dan diketahui publik lebih awal.
Misalnya, seorang dosen telah menyelesaikan artikel tentang Cyberpragmatics in Digital Da’wah. Naskah tersebut masih dalam proses mencari jurnal atau sedang direview. Penulis kemudian mengunggahnya ke repositori preprint seperti arXiv atau Research Square.
1. Apa keuntungan mengirim preprint?
Publikasi lebih cepat
Hasil penelitian dapat dibaca publik segera setelah diunggah, tanpa harus menunggu proses review jurnal yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.Publikasi lebih cepat
Meningkatkan visibilitas dan sitasi
Peneliti lain dapat menemukan, membaca, dan mengutip naskah tersebut. Preprint juga dapat membantu artikel lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari akademik.Meningkatkan visibilitas dan sitasi
Mendapatkan masukan sebelum publikasi
Peneliti lain dapat memberikan kritik, saran, atau menemukan kesalahan sehingga penulis dapat memperbaiki naskah sebelum diterbitkan di jurnal.Mendapatkan masukan sebelum publikasi
Membangun jejaring akademik
Peneliti dapat memperkenalkan ide penelitian, menemukan kolaborator, dan berdiskusi dengan akademisi dari negara lain.Membangun jejaring akademik
2. Apa kerugiannya?
Belum melalui peer review
Naskah preprint belum tentu benar secara metodologis atau bebas dari kesalahan. Pembaca dapat menganggapnya sebagai hasil penelitian yang sudah tervalidasi, padahal belum tentu.Belum melalui peer review
Risiko ide atau temuan disalahgunakan
Karena naskah dapat dibaca publik, ada kemungkinan orang lain mengambil ide, menggunakan hasil penelitian, atau mengembangkan penelitian serupa. Tanggal preprint dapat membantu menunjukkan prioritas, tetapi bukan jaminan perlindungan dari sengketa.Risiko ide atau temuan disalahgunakan
Kesalahan menjadi rekam publik
Jika terdapat kesalahan statistik, bahasa, atau interpretasi, versi preprint yang telah online dapat tetap ditemukan meskipun naskah kemudian diperbaiki.Kesalahan menjadi rekam publik
Tidak semua jurnal menerima preprint
Sebagian jurnal memiliki kebijakan khusus mengenai naskah yang sudah dipublikasikan sebagai preprint. Ada yang menerima, ada yang membatasi, dan ada yang tidak menerima. Penulis harus memeriksa kebijakan jurnal tujuan.Tidak semua jurnal menerima preprint
Risiko terhadap data sensitif
Jika penelitian mengandung data identitas responden, transkrip wawancara rahasia, atau informasi yang belum memperoleh izin publikasi, mengunggah preprint dapat melanggar etika penelitian atau perlindungan data.Risiko terhadap data sensitif
3. Apakah preprint sama dengan artikel jurnal?
Tidak sama. Ini perbedaan penting dalam pengelolaan jurnal.
Aspek | Preprint | Artikel jurnal |
|---|---|---|
Peer review | Belum tentu / biasanya belum | Umumnya sudah melalui review |
Status | Manuscript yang dibagikan | Accepted atau published |
DOI | Bisa memiliki DOI sendiri | Memiliki DOI artikel jurnal jika diterbitkan |
Sitasi | Bisa dikutip sebagai preprint | Dikutip sebagai artikel jurnal |
Status publikasi ilmiah | Belum menjadi artikel jurnal peer-reviewed | Menjadi artikel jurnal setelah diterbitkan |
Contoh alur:
Penulis menyelesaikan naskah
↓
Upload ke server preprint
↓
Naskah dapat dibaca publik
↓
Submit ke jurnal
↓
Peer review
↓
Revisi / Accepted / Rejected
↓
Published di jurnalPreprint dapat diunggah sebelum submit jurnal, setelah submit, atau ketika sedang direview, tergantung kebijakan platform dan jurnal.
4. Apakah preprint bisa dikirim ke jurnal SINTA atau Scopus?
Bisa, dalam banyak kasus. Namun, status preprint tidak otomatis membuat artikel diterima atau diakui sebagai publikasi jurnal yang terindeks Scopus/SINTA.
Untuk penulis yang menargetkan jurnal SINTA, DOAJ, WoS, atau Scopus, perhatikan hal berikut:
Periksa kebijakan jurnal tentang prior publication dan preprint.
Pastikan preprint tidak menghalangi proses submission.
Jika artikel akhirnya diterbitkan, tautkan preprint ke versi jurnal yang sudah published, apabila platform mendukung.
Jangan mengklaim bahwa artikel sudah accepted atau published hanya karena sudah memiliki DOI preprint.
Untuk penilaian kinerja akademik, pastikan apakah institusi atau sistem penilaian mengakui preprint. Preprint bukan pengganti artikel jurnal yang telah diterbitkan.
Contoh kasus
Seorang dosen mengunggah artikel berjudul:
The Role of Appraisal and Ideology in Online News about IKN
Keuntungan:
Artikel dapat dibaca oleh peneliti lain lebih cepat.
Penulis memiliki rekam waktu pengunggahan.
Peneliti lain bisa memberikan masukan.
Kerugian:
Jika analisis Appraisal belum sempurna, kesalahan sudah dapat dilihat publik.
Artikel belum dapat disebut sebagai artikel jurnal accepted.
Jika jurnal tujuan tidak menerima preprint, submission bisa bermasalah.
Kesimpulan
Preprint bermanfaat untuk mempercepat penyebaran ilmu, meningkatkan visibilitas, dan memperoleh masukan sebelum artikel diterbitkan. Kerugiannya adalah naskah belum tervalidasi melalui peer review, berpotensi menimbulkan salah tafsir, dan harus memperhatikan kebijakan jurnal serta etika publikasi.
Untuk dosen atau pengelola jurnal, preprint sebaiknya dipahami sebagai cara berbagi hasil penelitian lebih awal, bukan sebagai pengganti proses peer review dan publikasi jurnal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar