Halaman

8 Alasan Jurnal Turun Peringkat SINTA


1. Kualitas Substansi Artikel Rendah dan Kurang Menunjukkan Kebaruan (Novelty)

Masalah: Artikel yang diterbitkan belum menunjukkan kontribusi ilmiah yang jelas, kebaruan penelitian (novelty), maupun kesesuaian dengan focus and scope jurnal. Kajian teori yang kurang mutakhir serta metode penelitian yang belum dijelaskan secara komprehensif menyebabkan kualitas artikel dinilai belum memenuhi standar nasional maupun internasional. Selain itu, editor masih melihat judul sebagai acuan utama kesesuaian dengan jurnal, padahal substansi artikel secara menyeluruh harus diarahkan pada kajian kebidangan yang telah ditetapkan.

Dampak terhadap Peringkat: Substansi artikel merupakan komponen penilaian akreditasi dengan bobot sangat tinggi. Artikel yang tidak memiliki novelty, metodologi lemah, dan kajian teori usang secara otomatis menurunkan skor akreditasi secara signifikan.

Solusi: Pertegas focus and scope jurnal; wajibkan penulis mencantumkan kebaruan secara eksplisit; perluas kajian teori dengan merujuk pada literatur terkini (5 tahun terakhir); pastikan hubungan antara tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan logis dan sistematis. Pelajari panduan dari SINTA (https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/) dan repositori nasional GARUDA https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/


2. Proses Editorial dalam OJS Tidak Optimal dan Tidak Transparan

Masalah: Banyak jurnal yang masih menjalankan proses penyuntingan, penugasan reviewer, hingga keputusan editorial di luar sistem, sehingga jejak proses (editorial history) tidak terdokumentasi dengan baik. Hal ini mengurangi transparansi dan akuntabilitas proses peer review. Event log history pada OJS menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas tidak dilakukan oleh pihak yang berwenang sesuai perannya.

Dampak terhadap Peringkat: SINTA menilai transparansi dan tata kelola proses editorial sebagai indikator penting. Jurnal dengan editorial history yang buruk akan kehilangan poin pada aspek manajemen jurnal.

Solusi: Seluruh tahapan editorial harus dilakukan melalui OJS dengan memanfaatkan fitur submission, review discussion, editor decision, production, dan event log. Pelajari dokumentasi resmi OJS di https://docs.pkp.sfu.ca dan PKP di https://pkp.sfu.ca.


3. Keterlibatan Mitra Bestari (Reviewer) Tidak Substansial

Masalah: Banyak artikel yang melewati tahap in-review tetapi tidak disertai dengan masukan atau komentar substantif terhadap isi artikel. Berdasarkan penelusuran log event history pada OJS, sebagian mitra bestari tidak pernah melakukan login untuk memberikan masukan atau mengunggah hasil review. Proses review justru dilaksanakan sepenuhnya oleh editor. Hal ini menunjukkan keterlibatan mitra bestari belum optimal sesuai fungsi dan perannya dalam sistem peer review.

Dampak terhadap Peringkat: Proses peer review yang lemah menurunkan kredibilitas jurnal di mata asesor SINTA. Kualitas review yang buruk berdampak langsung pada penilaian substansi dan manajemen jurnal.

Solusi: Bangun sistem double blind peer review yang terdokumentasi lengkap melalui OJS; berikan panduan kepada reviewer mengenai standar penilaian artikel; pastikan setiap tahapan bisnis proses di OJS dilaksanakan oleh pihak yang berwenang sesuai perannya. Pelajari etika dan praktik terbaik review melalui COPE (https://publicationethics.org).


4. Kualitas Penulisan Ilmiah dan Konsistensi Format Sangat Buruk

Masalah: Artikel masih mengandung kesalahan tata bahasa, struktur IMRaD yang tidak konsisten, abstrak yang kurang informatif (belum mencakup simpulan), serta penggunaan kata kunci yang terlalu umum. Konsistensi penyuntingan naskah dalam format PDF sangat rendah—terjadi perbedaan layout, jenis dan ukuran font, tata letak, margin, serta format penulisan secara keseluruhan antar artikel dan antar terbitan. Sistematika penulisan juga belum konsisten dengan Author Guidelines yang telah ditetapkan.

Dampak terhadap Peringkat: Konsistensi format dan kualitas penulisan merupakan indikator penilaian pada aspek gaya penulisan dan penampilan. Ketidakkonsistenan ini menyebabkan penurunan skor pada kedua aspek tersebut.

Solusi: Terapkan template seragam untuk seluruh artikel; pastikan konsistensi layout, font, margin, dan format tabel (hanya garis horizontal); wajibkan abstrak mencakup latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan; rumuskan kata kunci dalam bentuk frasa yang spesifik. Manfaatkan layanan pengecekan bahasa seperti Grammarly (https://www.grammarly.com) dan pelajari Academic Phrasebank (https://www.phrasebank.manchester.ac.uk).


5. Kualitas dan Konsistensi Referensi Tidak Memadai

Masalah: Sistem pengacuan pustaka dan cara pengutipan belum menunjukkan konsistensi dan standar yang seragam di seluruh artikel. Sebagian besar artikel menunjukkan keterbatasan rujukan dan minim penggunaan sumber acuan primer dari jurnal atau prosiding ilmiah. Proporsi sumber primer dan sekunder sangat bervariasi, dengan banyak artikel yang belum memadai. Sebagian besar referensi juga sudah usang (lebih dari 5 tahun) dan belum menggunakan aplikasi manajemen referensi standar.

Dampak terhadap Peringkat: Kualitas dan kekinian referensi merupakan indikator penting dalam penilaian substansi artikel. Jurnal dengan referensi usang dan tidak konsisten akan kehilangan poin signifikan.

Solusi: Wajibkan penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley (https://www.mendeley.com), Zotero (https://www.zotero.org), atau EndNote (https://endnote.com); arahkan penulis untuk menggunakan sumber acuan primer dari jurnal ilmiah terbitan 5 tahun terakhir; pastikan gaya sitasi (APA, Chicago, IEEE, atau gaya selingkung) konsisten di seluruh artikel.


6. Konsistensi Penerbitan dan Jumlah Artikel Tidak Terjaga

Masalah: Terjadi perbedaan jumlah artikel yang diterbitkan di setiap edisi, termasuk penambahan jumlah artikel yang cukup signifikan tanpa pertimbangan kualitas yang matang. Selain itu, ketepatan waktu pelaksanaan jadwal penerbitan setiap edisi masih belum konsisten. Ketersediaan naskah menjadi masalah klasik yang mengganggu keberkalaan jurnal. Jurnal juga belum mempertimbangkan diversitas afiliasi penulis (60% dari luar penerbit dan 40% dari dalam penerbit).

Dampak terhadap Peringkat: Keberkalaan dan konsistensi penerbitan merupakan aspek penilaian tersendiri dalam akreditasi SINTA. Jurnal yang tidak konsisten dalam jadwal dan jumlah artikel akan kehilangan poin pada aspek ini.

Solusi: Bentuk tim promosi dan pemasaran jurnal (journal marketing team) untuk menjaring calon penulis dan memperluas jejaring akademik; konsistenkan jumlah artikel per edisi (minimal 5 artikel); perhatikan diversitas afiliasi penulis; pastikan jadwal penerbitan tepat waktu (Juni dan Desember).


7. Desain Website, Tata Letak, dan Tipografi Tidak Profesional

Masalah: Desain website OJS masih standar/bawaan instalasi sehingga kurang informatif dan tidak menarik. Halaman depan tidak dilengkapi deskripsi dan tampilan cover jurnal. Tata letak artikel belum sesuai dengan standar publikasi ilmiah internasional—penggunaan garis tabel masih menggunakan garis vertikal (seharusnya hanya horizontal), sistem penomoran (bullet dan numbering) tidak berfungsi otomatis, dan terdapat banyak kesalahan ketik (typography) pada artikel yang diterbitkan. Resolusi dokumen untuk gambar, grafik, dan diagram juga belum berkualitas tinggi dan konsisten.

Dampak terhadap Peringkat: Penampilan website dan tata letak naskah merupakan indikator penilaian pada aspek penampilan. Jurnal dengan tampilan tidak profesional akan kehilangan poin dan kesan kredibilitas di mata asesor.

Solusi: Lakukan kustomisasi tampilan OJS dengan memperhatikan kompatibilitas, kenyamanan pengguna, dan kemudahan upgrade; buat halaman depan informatif dengan deskripsi lengkap dan cover jurnal; pastikan tata letak artikel mengikuti standar internasional (tabel hanya garis horizontal); gunakan fitur bullet dan numbering otomatis; minimalkan kesalahan ketik; gunakan resolusi gambar berkualitas tinggi. Pelajari pengembangan OJS melalui PKP Documentation (https://docs.pkp.sfu.ca).


8. Visibilitas, Indeksasi, dan Penyebarluasan Sangat Terbatas

Masalah: Jurnal hanya terindeks pada Google Scholar dan Dimensions, sehingga dampak sitasi internasional masih terbatas. Jumlah kunjungan unik (unique visitors) masih rendah meskipun StatCounter telah dipasang. Logo Index Copernicus hanya menampilkan identitas jurnal, tetapi issue dan artikel setiap terbitan tidak dimuat dan diupload. Beberapa DOI artikel belum aktif dan DOI per-issue juga belum diaktifkan. Artikel belum terdaftar di pengindeks internasional bereputasi seperti DOAJ.

Dampak terhadap Peringkat: Visibilitas dan indeksasi internasional merupakan indikator penting dalam penilaian penyebarluasan dan dampak ilmiah. Jurnal dengan indeksasi terbatas akan kehilangan poin signifikan, terutama pada aspek sitasi dan dampak ilmiah.

Solusi: Perluas indeksasi ke berbagai basis data bereputasi seperti DOAJ (https://doaj.org), Dimensions (https://app.dimensions.ai), Crossref (https://www.crossref.org); upload seluruh issue dan artikel setiap terbitan secara rutin ke Index Copernicus; aktifkan seluruh DOI (artikel dan per-issue); tingkatkan kunjungan unik melalui strategi diseminasi yang terencana; pasang logo Dimensions dan tautkan ke https://app.dimensions.ai; tingkatkan strategi marketing jurnal melalui media sosial dan academic networking.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar