Halaman

Dr. Faizal Risdianto Berbagi Strategi Pengelolaan Jurnal Bereputasi pada Workshop Publikasi Ilmiah di Universitas Sebelas Maret

 

Surakarta, 30 Juni 2026 – Komitmen untuk meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan tata kelola jurnal di lingkungan perguruan tinggi terus diperkuat oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sebelas Maret (UNS). Melalui kegiatan Workshop Publikasi Jurnal Ilmiah Bereputasi dan Pengelolaan Jurnal Prodi yang diselenggarakan di UNS Inn Hotel, Selasa (30/6/2026), para dosen dan pengelola jurnal memperoleh pembekalan komprehensif mengenai strategi pengelolaan jurnal nasional dan internasional.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Faizal Risdianto, Kepala Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal, yang menyampaikan materi mengenai pengelolaan jurnal ilmiah bereputasi, penguatan tata kelola Open Journal Systems (OJS), strategi akreditasi nasional, hingga kiat menembus jurnal internasional bereputasi. Workshop ini diikuti oleh dosen, pengelola jurnal, editor, serta sivitas akademika Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNS yang memiliki komitmen meningkatkan mutu publikasi ilmiah.

Dalam paparannya, Dr. Faizal Risdianto menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah jurnal ilmiah dimulai dari fondasi teknis yang kuat. Menurutnya, pengelola jurnal harus memastikan tersedianya layanan hosting yang stabil dan cPanel yang memadai sebelum melakukan instalasi Open Journal Systems (OJS) sebagai platform utama pengelolaan jurnal elektronik. OJS yang dikembangkan oleh Public Knowledge Project (PKP) telah menjadi standar internasional karena mampu mengelola seluruh proses editorial secara sistematis, mulai dari pengiriman artikel, penugasan reviewer, proses review, penyuntingan, hingga publikasi secara transparan dan terdokumentasi dengan baik.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengaturan identitas jurnal melalui pengelolaan logo, tema, tampilan website, serta navigasi yang profesional agar mampu meningkatkan kredibilitas jurnal di mata penulis, reviewer, maupun pembaca. Selain aspek teknis, pengelola juga perlu memahami pengaturan peran pengguna dalam OJS, seperti penulis (author), editor, reviewer, copyeditor, layout editor, hingga proofreader sehingga seluruh proses editorial berjalan sesuai standar internasional.

Pada sesi berikutnya, Dr. Faizal mengulas strategi menuju akreditasi nasional (SINTA/Arjuna) dan indeksasi internasional seperti Directory of Open Access Journals (DOAJ), Scopus, maupun Web of Science (WoS). Ia menegaskan bahwa jurnal bereputasi tidak hanya diukur dari banyaknya artikel yang diterbitkan, tetapi juga dari kualitas naskah, transparansi proses editorial, konsistensi penerbitan, serta kepatuhan terhadap etika publikasi yang ditetapkan oleh Committee on Publication Ethics (COPE). Oleh karena itu, setiap pengelola jurnal perlu menyusun roadmap pengembangan jurnal selama tiga hingga lima tahun sebagai arah strategis pengembangan jurnal secara berkelanjutan.

Dr. Faizal juga mendorong pengelola jurnal untuk memperluas jejaring internasional dengan melibatkan editor dan reviewer dari berbagai negara, menyelenggarakan special issue bertema global, serta memanfaatkan media sosial akademik dan platform digital sebagai sarana promosi artikel ilmiah. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan visibilitas jurnal sekaligus memperbesar peluang memperoleh indeksasi internasional.

Selain membahas pengelolaan jurnal, workshop juga memberikan perhatian khusus kepada peningkatan kualitas artikel yang ditulis oleh dosen. Menurut Dr. Faizal, faktor utama agar artikel dapat diterima pada jurnal nasional maupun internasional adalah adanya unsur kebaruan (novelty) dan orisinalitas penelitian. Sebuah artikel harus mampu menjawab research gap, memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, serta didukung oleh referensi ilmiah terbaru yang mayoritas berasal dari artikel jurnal lima tahun terakhir. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik dengan menghindari plagiarisme dan senantiasa mematuhi etika penelitian.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga memperoleh panduan praktis mengenai strategi memilih jurnal tujuan publikasi. Penulis dianjurkan untuk memahami focus and scope, membaca secara cermat author guidelines, menyusun judul yang menarik, serta membuat abstrak yang padat, informatif, dan representatif terhadap isi artikel. Selain itu, dosen juga didorong memiliki identitas akademik digital seperti ORCID, Scopus Author ID, dan Google Scholar untuk mempermudah proses publikasi sekaligus meningkatkan visibilitas rekam jejak akademiknya.

Sebagai penutup, Dr. Faizal Risdianto mengajak seluruh dosen untuk terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan publikasi ilmiah. Ia merekomendasikan pemanfaatan komunitas dan forum akademik, termasuk Relawan Jurnal Indonesia (RJI), sebagai ruang belajar mengenai optimalisasi OJS, akreditasi jurnal, teknik penulisan ilmiah, hingga strategi indeksasi internasional. Menurutnya, konsistensi, kolaborasi, serta komitmen terhadap mutu merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang sehat dan berdaya saing global.

Melalui workshop ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Sebelas Maret berharap para dosen dan pengelola jurnal semakin siap menghadapi tantangan publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UNS dalam memperkuat budaya riset, meningkatkan kualitas jurnal institusi, serta mendorong lahirnya publikasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan reputasi akademik Indonesia di kancah internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar