Halaman

STAI Kuningan Lakukan Benchmarking Pengelolaan Jurnal Scopus ke UIN Salatiga



Rabu, 20 Mei 2026, Tim Jurnal LP2M UIN Salatiga yang terdiri atas jurnal IJTIHAD: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), serta Rumah Jurnal LP2M UIN Salatiga menerima kunjungan benchmarking jurnal dari Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan (STAIKU). Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00 WIB di kampus UIN Salatiga tersebut bertujuan untuk memperkuat pengelolaan jurnal ilmiah menuju standar publikasi internasional dan indeksasi Scopus.

Delegasi dari STAI Kuningan terdiri atas Anisa Ayu Dwi Lestari, Septien Dwi Savandha, dan Elvira Fitriyanti. Dalam sambutannya, pihak STAI Kuningan menyampaikan bahwa kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus. STAI Kuningan yang beralamat di Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dinilai berhasil menunjukkan perkembangan jurnal yang pesat dalam waktu tiga tahun terakhir melalui jurnal SINTA 2 Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia dan jurnal SINTA 5 Matriks: Jurnal Sosial dan Sains.

Pada sesi diskusi, Prof. Adang Kuswaya dari jurnal IJIMS, Heru Saputra, M.Pd. dari jurnal IJTIHAD, serta Dr. Faizal Risdianto selaku Kepala Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal UIN Salatiga memaparkan strategi dan tahapan menuju indeksasi Scopus. Mereka menjelaskan bahwa jurnal yang ingin terindeks Scopus harus memenuhi berbagai persyaratan penting, seperti menerapkan proses peer review yang ketat, memiliki jadwal publikasi yang konsisten, menyediakan judul dan abstrak berbahasa Inggris, menggunakan referensi dalam aksara Romawi, serta menjalankan etika publikasi sesuai standar internasional seperti COPE.

Selain aspek teknis dan akademik, narasumber juga menekankan pentingnya kualitas editorial, kontribusi ilmiah, keberagaman internasional penulis dan editor, serta kinerja sitasi jurnal. Jurnal juga harus memiliki situs web profesional yang memuat ISSN, DOI, metadata artikel, panduan penulis, kebijakan etika publikasi, dan arsip digital yang lengkap. Proses evaluasi Scopus sendiri dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga satu tahun dan memerlukan pemantauan kualitas secara berkelanjutan agar jurnal tetap mempertahankan status indeksasinya.

Kegiatan benchmarking ini berlangsung hangat dan interaktif serta diharapkan menjadi awal kerja sama antarlembaga dalam pengembangan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Melalui kegiatan ini, kedua institusi berharap dapat saling berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring akademik dalam meningkatkan kualitas jurnal ilmiah di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar